Mohon tunggu...
Tuan Martinuz
Tuan Martinuz Mohon Tunggu... None is sane but Clown

Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Busuk! APD Tiba, yang Diributkan Tulisan "Made in Indonesia"

24 Maret 2020   05:00 Diperbarui: 27 Maret 2020   16:10 3766 26 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Busuk! APD Tiba, yang Diributkan Tulisan "Made in Indonesia"
Kardus APD di Balaikota DKI bertuliskan Made in Indonesia [Kumparan.com]

Andai virus Corona punya otak, sudah tentu ia tidak akan sudi repot-repot menjangkiti warga negeri ini, Republik +62. Apa untungnya menjangkiti negeri yang sebagian penduduknya cuma manekin yang diprogram untuk aktif mengetik di twitter?

Manekin-manekin memang diciptakan sebagai tubuh kosong tanpa nalar dan nurani.

Lihat saja. Salah satu kebutuhan mendesak dalam perang melawan Corona adalah ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan di garda depan. Gara-gara kelangkaan APD, para petugas medis kita tidak terlindungi cukup baik dari risiko penularan virus Corona. Dampaknya, per 23 Maret sudah 5 dokter meninggal setelah terjangkit. (1)

Damailah damai di seberang sana, dr. Hadio Ali, dr. Djoko Judodjoko, dr. Laurentius P, dr. Adi Mirsa Putra, dan dr. Ucok Martin. Bakti kalian mengoyak pintu surga, lapanglah jalan ke dalamnya.

Terlepas dari ketidaksigapan di masa-masa awal, pemerintah akhirnya berupaya dengan beragam cara mengatasi keterbatasan APD. Hasilnya, puluhan ribu hingga ratusan ribu APD sudah mulai dibagikan ke pemerintah daerah untuk diteruskan ke rumah sakit-rumah sakit. (2, 3)

Tetapi lihatlah yang dipersoalkan warganet negeri ini, terutama oleh mereka yang tidak tahu memilah mana kritik yang penting untuk disampaikan, mana ocehan tanpa nalar dan nurani yang sebaiknya tidak dilontarkan sebagai sampah dalam percakapan sosial. 

Orang-orang yang tampaknya sudah kehilangan daya pikir dan kepekaan nurani malah mempersoalkan tulisan “Made in Indonesia” pada kardus-kardus APD yang diterima Pemprov DKI.

Bukan cuma akun-akun robot dan buzzerRp oposisi—entah siapa kini yang jadi oposisi, apakah antek-antek ormas terlarang berpaham kediktatoran identitas? Tak jelas—bahkan sejumlah media massa (4,5) turut mengipas-ngipasi kehebohan tulisan “Made in Indonesia” tersebut tanpa ada upaya menelusuri kebenaran, apakah benar APD dalam kotak-kotak kardus di Balaikota DKI Jakarta merupakan APD yang diangkut Prabowo Subianto dari China.

Tulisan “Made in Indonesia” pada kardus-kardus APD di Balaikota DKI segera saja digoreng, dijadikan peluru politik hampa untuk menyerang pemerintahan Joko Widodo. 

Baca Juga: "Ini Kebijakan Anies Baswedan yang Patut Jadi Benchmark Atasi Corona"

Tembakan-tembakan politik sampah itu tidak kunjung berhenti sekalipun Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo menjelaskan bahwa disposable protective coverall merek UPC (perusahaan Korea Selatan) di Balaikota DKI merupakan produk ekspor Indonesia ke Korsel yang dibatalkan, bukan bantuan China yang didatangkan Prabowon.(6)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN