Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Saya Kontra-Anies Presiden, tetapi Formula E Lebih "Ecofriendly" Dibanding Pemakai Skincare

24 Februari 2020   17:14 Diperbarui: 24 Februari 2020   19:15 332 11 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Saya Kontra-Anies Presiden, tetapi Formula E Lebih "Ecofriendly" Dibanding Pemakai Skincare
Anies Baswedan dan Polemik Formula E [independensi.com]

Dahulu saya suka Pak Anies Baswedan. Bukan karena ia jadi jubir Jokowi, tetapi karena ia rektor Paramadina, kampus yang pernah dipimpin Alm. Nurcholis Madjid, tokoh yang hemat saya sama tinggi derajatnya dengan Gus Dur dalam penghormatan terhadap kemanusiaan---keberagamaan selalu melekat tak terpisah pada kemanusiaan.

Tetapi sikap permisif Anies terhadap eksploitasi kebencian identitas dalam politik---hati kecil saya berkata Anies masih pribadi demokrat dan toleran---hanya demi jabatan gubernur mengubah rasa kagum ini. Kini saya cukup memandangnya sebelah mata. Bahkan mungkin lebih rendah lagi, cukup lewat kaca spion. Karena itu saya sangat tidak ingin Anies kelak menjadi presiden.

Meskipun demikian, saya harus memisahkan urusan pencapresan 2024 dengan penilaian terhadap rencana pegelaran Formula E. Dengan yakin saya katakan, pengelaran adu cepat mobil Formula E di kawasan monas itu bukan saja baik adanya tetapi juga penting.

Baiklah, kita bicarakan itu.

Suatu senja saya bermain ke kantor Perkumpulan Pikul, sebuah lembaga yang cukup berhasil menjadi hub bagi banyak organisasi relawan di Kupang. Tentu saja bukan relawan politik elektoral yang berpura-pura rela itu, yang kata Bung Karno, "mendukung program pemerintah tetapi teriak-teriak minta makan ... minta makan."

Om Torry Kuswardono, direktur Perkumpulan Pikul---saya memang mencarinya sebab terkadang ada kerinduan berjumpa kakak kelas sekolah samping Bonbin Bandung---menyambut saya dengan informasi, "Gue ngelarang anak-anak bikin nobar MotoGP. Buang-buang energi karbon kok ditonton."

Wajar jika Om Torry sangat sensi dengan hobi aneh orang-orang, menonton MotoGP. Maklum, ia pernah juru kampanye sejumlah organisasi lingkungan hidup, baik yang lokal, nasional, pun internasional.

Saya mendukung sikap itu. Ajang seru-seruan memboroskan energi karbon tidak layak mendapat sorak-sorai. 

Tetapi saya cukup yakin, jika anak-anak relawan yang biasa nongkrong di kantor PIKUL kini bikin acara nobar balap Formula E, Om Torry akan membolehkannya.

Mengapa bisa begitu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x