Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mundurnya Menkum HAM dan Soal Lingkaran Pengaruh di Sekitar Jokowi

2 Oktober 2019   15:34 Diperbarui: 2 Oktober 2019   15:43 1124 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mundurnya Menkum HAM dan Soal Lingkaran Pengaruh di Sekitar Jokowi
Tangkap layar youtube.com @coffee 4 souls

Gonjang-ganjing revisi UU KPK dan hendak disahkannya sejumlah RUU bermasalah membuat perhatian publik tertuju kepada Menkum HAM Yasonna Laoly. Di tengah kondisi ini, Menteri Hukum dan HAM justru menambah kehebohan. Ia mengajukan surat pengunduran diri dari kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Sebenarnya pengunduran diri Menteri Yasonna wajar andai sedang negeri tidak sedang kisruh oleh revisi UU KPK, rancangan KUHP dan sejumlah rancangan undang-undang yang dinilai anti-rakyat. Disampaikan dalam surat Yasonna kepada Presiden Joko Widodo, pengunduran dirinya karena pada 1 Oktober nanti akan dilantik sebagai anggota DPR RI.

Yasonna yang merupakan bagian dari pengurus pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pada pemilu April lalu terpilih sebagai anggota DPR RI dari salah satu dapil di Sumatera Utara. Pasal 23 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 melarang rangkap jabatan anggota DPR dan menteri.

Ya. Sebenarnya wajar. Toh Yasonna bisa kembali menjadi menteri dalam pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin jika diminta.

Tetapi karena saat ini masyarakat sedang heboh dengan output pekerjaan Yasonna, pengunduran dirinya melahirkan macam-macam curiga

Kecurigaan pertama: Menteri Yasonna diberhentikan

Hal ini bisa saja. Yang pertama karena sejumlah rancangan undang-undang bermasalah yang dihasilkan pemerintah. Sebagai menteri hukum dan HAM tentu saja urusan pembuatan undang-undang menjadi tanggung jawab utama Pak Yasonna. Demikian pula revisi UU KPK yang merupakan inisiatif DPR, Pak Yasonna merupakan perwakilan pemerintah yang terlibat pembahasannya bersama DPR.

Alasan yang kedua, Pak Yasonna patut diduga tidak mengkomunikasikan dengan jelas perkembangan pembahasan rancangan undang-undang bermasalah itu dengan Presiden. Ini tampak dari pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa ia tidak tahu isi UU KPK baru yang direvisi oleh DPR RI.

Kecurigaan Kedua: Yasonna mengundurkan diri karena menolak Perppu KPK

Kecurigaan kedua, Yasonna memang mengundurkan diri tetapi bukan karena hendak dilantik sebagai anggota DPR RI. Yasonna mengundurkan diri karena menolak kemungkinan Presiden Joko Widodo akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) untuk membatalkan UU baru Komisi Pemberantasan Korupsi yang dihasilkan DPR.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x