Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ibu Kota Baru, Gempa, dan Pernyataan Reaksioner Gubernur Kaltim

28 Agustus 2019   10:43 Diperbarui: 28 Agustus 2019   10:53 485 10 2 Mohon Tunggu...
Ibu Kota Baru, Gempa, dan Pernyataan Reaksioner Gubernur Kaltim
Titik Gempa di Indonesia, sedikit tetapi ada yang terjadi di Kalimatan [@DavidMaddenMelb]

"Saya endak tahu, BMKG dapat pengetahuan dari mana itu jangan-jangan hoaks. Kalau menurut sumber gempa yang menurut sumber pengetahuan yang sudah teruji, mana ada patahan di situ," kata Gubernur Kalimatan Timur Isran Noor.

Pernyataan Isran Noor ini menanggapi pemberitaan tentang informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gempa di Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menjelaskan, salah satu alasan pemerintahan Joko Widodo memilih Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru pengganti DKI Jakarta adalah karena provinsi ini berstatus wilayah hijau yang berarti relatif aman dari bencana.

BMKG lantas menjelaskan bahwa Kalimantan Timur bukan bebas sama sekali dari gempa bumi. Ada tiga sesar di Kalimantan Timur yang berpotensi menimbulkan gempa, yaitu Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternoster.

Sesar Maratua di Kabupaten Berau dan sesar Mangkalihat di Kabupaten Kutai Timur masih aktif hingga kini, bahkan menunjukkan aktivitas kegempaan yang tinggi.

Kajian Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) terhadap Sesar Mangkalihat pada 2017 menemukan bahwa sesar ini memiliki potensi gempa dengan magnitudo 7.0. Itu berarti gempa yang terjadi oleh gerakan sesar Mangkalihat bisa menyebabkan kerusakan sedang hingga berat di Semenanjung Mangkalihat dan sekitarnya.

BMKG juga mencatat sejarah gempa yang pernah terjadi di Kalimantan Timur. Setidaknya ada 7 gempa antara 1921 hingga 2007 dengan kekuatan di atas magnitudo 5.

Jika kita membaca baik-baik berita media, informasi BMKG ini tidak dalam konteks membantah pernyataan Menteri Bambang Brodjonegoro. BMKG justru mendukung pernyataan tersebut, menjelaskan bahwa dibandingkan wilayah lain, Kalimantan Timur relatif lebih aman dari gempa. Tetapi sebagai lembaga yang diamanatkan peraturan perundang-undangan  untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika, BMKG memang wajib menyampaikan informasi yang sebenarnya, yaitu bahwa relatif aman tidak sama dengan bebas sama sekali.

Tujuan utama penyampaian informasi tersebut adalah mengingatkan tetap pentingnya kebijakan mitigasi bencana di ibu kota yang baru nanti.

Pak Isran Noor seharusnya tidak perlu reaksioner menuding sumber informasi BMKG hoaks dan mengadunya dengan sumber informasi lain yang justru entah dari mana. Kalau mengacu kepada undang-undang, sumber dari BMKG lah yang dijadikan acuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN