Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Partai Demokrat Positif Mau Gabung, PDIP Tolak, Jokowi Berani Otonom?

14 Agustus 2019   09:21 Diperbarui: 14 Agustus 2019   09:38 0 7 3 Mohon Tunggu...
Partai Demokrat Positif Mau Gabung, PDIP Tolak, Jokowi Berani Otonom?
Jokowi bertemu SBY saat menjenguk Bu Ani di Singapura [Kompas.com]

"Ya itu sikap resmi dan opsi terdepan. Tapi semua kembali ke Pak Jokowi. Sikap itu sudah resmi diputuskan pasca-40 hari berkabung Demokrat meski tak diumumkan secara resmi, karena menunggu disampaikan secara formal pada saat yang tepat."

Pernyataan di atas disampaikan Wasekjen Partai Demokrat Ferdinan Hutahaenan kepada wartawan pada Senin (12/8) lalu. Ia bicara tentang arah politik Partai Demokrat mendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin ("Dukungan Demokrat ke Jokowi Bisa Bertepuk Sebelah Tangan, Ini Kode Kerasnya." Kompas.com. 14/8/2019).

Memang belum keputusan final. Masih sebuah opsi, kata Ferdi, tetapi opsi terdepan. Itu serupa pengakuan dua pentinggi lain. Waketum Syarif Hasan mengakui mayoritas kader Partai Demokrat menginginkan bergabung ke pemerintahan, meski ada pula yang menolak. 

Sementara Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menyatakan, keterlibatan Partai Demokrat bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah bergantung tawaran yang masuk.

Kalau pernyataan para elit politik ini dibuat dalam format lebih berterus-terangnya, bunyinya menjadi "Partai Demokrat mau banget gabung ke pemerintahan. Gabung ke pemerintahan berarti ada menteri dari Partai Demokrat." Ibarat gadis 39 tahun dilamar kawin, jawaban "ya" sudah berbaris di belakang pertanyaan, "AHY dikasih jabatan menteri apa"

PDIP Menolak

Tetapi hasrat Partai Demokrat membentur dinding rumah politik Presiden Joko Widodo, PDIP.

Orang inti PDIP, Andreas Hugo Pareira menilai dukungan Partai Demokrat kepada Joko Widodo sudah sangat terlambat. Ia mau Partai Demokrat sudah mendukung Jokowi sejam masa kampanye pilpres.

"Seharusnya ini sudah dilakukan sebelum pilpres. Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan," kilahnya.

Selain pernyataan terus terang, penolakan PDIP sebenarnya sudah tersirat dalam simbol tiada undangan pembukaan Kongres PDIP untuk SBY.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2