Mohon tunggu...
Natas Labar
Natas Labar Mohon Tunggu... Nyinyir adalah koentji

Petani separuh hati dan penulis recehan

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Jurus Ampuh Jokowi Atasi Gundah PPP dan PDIP

9 Agustus 2019   13:39 Diperbarui: 9 Agustus 2019   13:42 799 5 3 Mohon Tunggu...
Jurus Ampuh Jokowi Atasi Gundah PPP dan PDIP
Arsul Sani [Tirto.id] dan Megawati Soekarnoputri [Tempo.co]

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) layak disangka sedang gundah gulana. Cobaan bertubi-tubi mendera pesaing PKB, sesama pecinta  angka 9 ini.

Bagaimana tidak begitu? Ketua Umum mereka, politisi muda berbakat dan punya banyak follower twitter, Romahurmuziy sudah beberapa bulan mendekam dalam penjara. Sudah dua ketua umum berturut-turut punya sejarah jadi pesakitan. Lalu beberapa hari lalu, Ketua Majelis Syariah, ulama kharismatik KH Maimun Zubair meninggalkan mereka untuk selamanya.

Padahal, mungkin sosok Mbah Moen lah yang membuat para politisi PPP hingga kini masih bisa menatap kawan dan lawan politik dengan kepala tegak. Sudah begitu, pemakaman Mbah Moen masih sempat-sempatnya dijadikan panggung oleh orang aneh yang ingin mengangkat derajat diri dengan memimpin doa di makam.

Hanya berselang sehari, kabar sesakkan dada datang dari ruang sidang Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin. Dalam pembacaan vonis terhadap Haris, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima uang Rp 70 juta dari Haris agar mulus meraih jabatan idaman.

"Menimbang bahwa pertimbangan hukum di atas majelis hakim berpendapat bahwa pemberian uang Haris Hasanudin kepada saksi Romahurmuziy dan saksi Lukman Hakim yang mana pemberian uang tersebut terkait terpilih dan diangkatnya terdakwa sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, sebagaimana diuraikan di atas, maka majelis hakim unsur memberi suatu dalam perkara a quo terpenuhi dan ada dalam perbuatan terdakwa," kata hakim Hariono ("Penyuap Rommy Divonis 2 Tahun, Hakim Sebut Menag Terima Duit Rp 70 Juta." Detik.com. 7/8/2019).

Sangat mungkin, dengan itu jabatan Menteri Agama lepas dari tangan Lukman Hakim, dan bisa jadi lepas pula dari tangan PPP, jatuh ke PKB yang memang sudah sejak dulu ingin menempatkan orangnya di kementerian pengurus haji, orang kawin, dan orang cerai itu.

Padahal para petinggi PPP tentu masih bersedih hati menghadapi kenyataan jatuhnya perolehan suara mereka. Jika pada 2014 mereka masih memperolah 6,53 persen suara, dalam pemilihan umum 2014 ini PPP harus puas dengan 4,52 persen, sekadar agar tetap punya kursi di DPR RI. ("Perbandingan Suara Parpol 2014 dan 2019: Dari yang Melejit, Tersingkir, hingga yang Bertahan Jadi Juara. " Kompas.com. 21/5/2019)

Beruntunglah Arsul Sani, Sekjen PPP yang baik hati itu. Jokowi rupanya paham gundah hati Arsul. Karena itu Jokowi sudah membisikkan jumlah jatah menteri yang akan diberikan kepada PPP.

"Pak Jokowi sudah menyampaikan, baru menyampaikan jumlah posnya yang akan diberikan, tetapi belum menyampaikan posnya apa. Nah, kami lebih bijak kalau kemudian mengetahui dulu ya pos itu apa sehingga kami bisa mengajukan kader yang tepat," kata Arsul ("Beda dengan PPP, PSI Belum Diberi Tahu Jokowi soal Jatah Menteri." Kompas.com. 8/8/2019).

Jatah menteri memang seperti tiket nonton Dora The Explorer bagi bocah SD atau Spiderman Far From Home bagi remaja. Diberikan itu, berbinar mata mereka meski hidung mampet oleh alergi perubahan cuaca.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN