Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Soal Iran, Dunia Bersatu di Vienna dan Caracas, Melawan Amerika Serikat

29 Juli 2019   11:22 Diperbarui: 29 Juli 2019   11:54 888 11 4 Mohon Tunggu...
Soal Iran, Dunia Bersatu di Vienna dan Caracas, Melawan Amerika Serikat
Pertemuan bahas nuklir Iran di Vienna [Reuters/voanews.com]

Untunglah, di luar Donald Trump, masih banyak pimpinan dunia yang mau berpikir jernih dan bertindak hati-hati. Dengan begitu, eskalasi ketegangan antara Iran dengan Inggris-AS-Arab Saudi di Timur Tengah bisa kembali mereda.

Jerman, Inggris, Perancis, RRC, Rusia, dan Iran bertemu di Vienna, Austria

Sejumlah media pada 28 Juli kemarin memberitakan berlangsungnya pertemuan darurat membahas peningkatan ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat-Inggris-Arab Saudi.

Ketegangan telah bermula sejak 2018 oleh provokasi Donald Trump yang secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran.

Di bulan Mei-Juli ketegangan mengalami eksklasi. Amerika Serikat menuduh Iran pelaku penyerangan sejumlah kapal tanker di teluk. Kondisi kian panas setelah Iran menembak jatuh drone pengintai Amerika Serikat dan terjadi aksi saling sandera tanker antara Iran dan Inggris.

Mencegah ketegangan terus meningkat dan mencapai kondisi tanpa titik balik, negara-negara yang terlibat dalam perjanjian nuklir Iran mengadakan pertemuan darurat di Vienna, Austria. Mereka adalah RRC, Rusia, Inggris, Jerman, Prancis, dan Iran.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengapresiasi pertemuan ini. Ia katakana, suasana pertemuan konstruktif, diskusinya bagus. Meski tidak menyelesaikan semua persoalan, ada banyak komitmen dihasilkan dalam pertemuan ini ("Talks held in Vienna to salvage Iran nuclear deal." BBC.com. 28/7/2019).

Komitmen positif yang dihasilkan dalam pertemuan ini adalah sikap Rusia, China, Jerman, Inggris, dan Prancis untuk menolak sanksi sepihak yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Iran.

"All sides have expressed their strong opposition against the U.S. unilateral imposition of sanctions," kata Fu Cong, Dirjen Departemen Kontrol Senjata di Kementerian Luas Negeri China (Diplomats recommit to saving Iran deal, oppose US sanctions." Associated Press. 28/7/2019).

Sementara pekerjaan rumah yang tersisa adalah Uni Eropa harus bisa memastikan ekonomi Iran terlindungi dari sanksi sepihak Amerika Serikat. Tanpa itu, Iran akan terus mengurangi komitmen dalam memenuhi poin-poin JCPOA.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x