Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Buntut Iran Tahan Tanker Inggris, AS Kirim 500 Tentara ke Saudi

21 Juli 2019   19:04 Diperbarui: 21 Juli 2019   19:21 0 0 0 Mohon Tunggu...
Buntut Iran Tahan Tanker Inggris, AS Kirim 500 Tentara ke Saudi
Pemimpin utama Iran, Ayatollah Ali Khameini [thenational.ae] dan Raja Salman, Arab Saudi [arabnews.com]

Sudah diduga sebelumnya, penahanan tanker minyak Inggris oleh Iran segera dimanfaatkan dengan baik oleh Amerika Serikat untuk membawa konfliknya dengan Iran ke tataran lebih dalam.

Tanpa menunggu lama, Donald Trump langsung mempersiapkan tentara untuk diberangkatkan ke pangkalan udara Prince Sultan di gurun sekitar 150 km Barat Daya Riyadh. Pangkalan inilay yang digunakan Amerika Serikat saat Perang Teluk Persia 1991 dan penyerbuan ke Irak pada 2003.

Media Inggris, independent.co.uk mewartakan informasi dua pejabat AS tentang persiapan 500 pasukan Amerika Serikat. Sedang dipersiapkan pula intalasi rudal Patriot untuk melindungi pangkalan udara Prince Sultan. Informasi pejabat AS ini diperkuat gambar satelit tentang peningkatan aktivitas di pangakalan tersebut. ("Satellite images 'show US military buildup in Saudi Arabia' amid Iran tensions." 19/7/2019).

Laporan serupa datang dari The Wallstreet Journal ("U.S. Military Returns to Saudi Arabia in Response to Iran." 18/7/2019). Disebutkan bahwa Amerika Serikat sudah mempersiapkan diri cukup lama, setidaknya sejak bulan April 2019. Jenderal Komando Pusat AS Frank McKenzie telah mengajukan permintaan untuk mengirim lebih banyak tentara dan peralatan perang ke Timur Tengah, termasuk kapar induk USS Abraham Lincoln dan pesawat pembom B-52 ke pangkalan udara Al Udeid di Qatar.

Jika memperhatikan cepatnya respon Amerika Serikat untuk mengirim pasukan, tampaknya memang negeri Donald Trump sudah lama menanti alasan menyerang Iran. Berita penyanderaan tanker Inggris muncul di media-media Inggris pada 19 Juli. Media Arab baru memberitakan Raja Salman mengizinkan penggunaan pangkalan militer oleh Amerika Serikat pada 21 Juli ("King Salman approves hosting of US troops in Saudi Arabia to enhance regional security." 21/7/2019). Tetapi berita persiapan pengiriman pasukan ke AS sudah muncul di media AS pada 18 Juli. Waktu Inggris lebih dini 5 jam dari AS, dan zona waktu di Arab Saudi lebih awal 7 jam dari Washington DC.

Lantas apa yang mendorong AS menunggu-nunggu kesempatan menyerang Iran? Apa yang seharusnya dilakukan Indonesia sebagai anggota DK PBB? Baca di "Iran Balas Sandera Tanker Inggris, Tugas Indonesia Kian Berat."

VIDEO PILIHAN