Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Belajar dari "Pertemuan Jokowi-Prabowo Tak Membahas Rizieq Shihab"

20 Juli 2019   16:43 Diperbarui: 20 Juli 2019   17:02 0 5 3 Mohon Tunggu...
Belajar dari "Pertemuan Jokowi-Prabowo Tak Membahas Rizieq Shihab"
Ilustrasi [diolah dari Kompas.com dan Genpi.co]

Dogs always bite harder than their master, sepertinya sebuah pepatah jalanan...

Sebelum pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Pak Prabowo berlangsung 13 Juli lalu, warga pendukung dua kubu ramai bertengkar status dan komentar tentang pemulangan Pak Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi. Adalah kicauan Pak Dahnil Anzar, bekas juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) di akun twitternya yang memprovokasi.

"Bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada Habib Rizieq kembali ke Indonesia, stop upaya kriminalisasi, semuanya saling memaafkan." Begitu bunyi kicauan Pak Dhanil pada awal Juli.

Sejumlah media yang berhati-hati, seperti BBC, mencoba melakukan konfirmasi, apakah kicauan Dahnil sungguh mencerminkan sikap Pak Prabowo ("Rekonsiliasi Prabowo-Jokowi: Akankah pemulangan Rizieq Shihab 'jadi syarat' rekonsiliasi?" BBC.com. 11/7/2019).

Hasilnya? Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono membantah. Ia katakan, Pak Prabowo tidak mungkin mengajukan itu sebagai syarat sebab latar belakang kepergian Pak Rizieq berkaitan dengan sejumlah kasus hukum yang menjeratnya.

"Kalau kasusnya Pak Habib Rizieq kan tidak dalam ranah pilpres, jadi sangat tidak mungkin itu dimasukkan dalam syarat rekonsiliasi - kalau terjadi rekonsiliasi," kata Pak Arief Poyuono. Sungguh waras.

Selain itu, menurut Arief, orang-orang Gerindra lebih fokus membicarakan rencana pertemuan antara Prabowo dan Jokowi, hal yang mereka nilai lebih mendesak dibandingkan rekonsiliasi dan syarat-syaratnya.

Rupanya Pak Arief mengartikan rekonsiliasi sebagai hal lain. Padahal, pertemuan Jokowi-Prabowo yang penuh senyum itu sudah merupakan seperdelapan rekonsiliasi.

Berbeda dengan keterangan Pak Arief yang waketum, Pak Ahmad Muzani yang sekjend  mengiyakan bahwa pihaknya (Gerindra) dan Prabowo memang mengajukan pemulangan Pak Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi. Demikian informasi yang diperoleh Kompas darinya ("Prabowo Ajukan Pemulangan Rizieq Shihab, Syarat Rekonsiliasi dengan Jokowi." Kompas.com. 9/7/2019).

Berhadapan dengan dua versi informasi berbeda, kita (termasuk saya tentu saja) lebih senang memilih kedua, versi Pak Ahmad Muzani yang membenarkan Dahnil Anzar. Kita lebih senang percaya kalau Pak Prabowo pasang tarif tak masuk akal, menjadikan pemulangan Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi. Atau mungkin pula gara-gara Pak Muzani terkesan lebih cocok dipercaya dibanding Pak Poyuono yang gemar becanda?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2