Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Tumben, Kali Ini Sindiran Amien Rais Pas

16 Juli 2019   08:32 Diperbarui: 16 Juli 2019   08:35 0 8 5 Mohon Tunggu...
Tumben, Kali Ini Sindiran Amien Rais Pas
Amien Rais [harianjogja.com] dan Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT [sindonews.com 

Mungkin karena saya pendukung Pak Jokowi, saya menilai Pak Amien Rais jarang benarnya. Tetapi kali ini Pak Amin Rais tepat. Sindirannya pas dan berisi.

"Yang lucu, enggak ditawarin Pak Jokowi, tapi ada yang minta-minta. Itu kan aib. Jadi GR," kata Pak Amien ("Amien Rais: Lucu, Enggak Ditawari Pak Jokowi Tapi Minta-minta..." Kompas.com. 15/7/2019).

Yang ia maksud adalah politisi dan parpol pendukung Prabowo-Sandiaga, termasuk PAN dan para politisinya, yang tiba-tiba ingin pindah barisan, masuk dalam pemerintahan.

Dalam pandangan Pak Amien, politisi dan parpol yang selama masa kampanye mengkritik pemerintahan Jokowi seharusnya konsisten melanjutkan kritik sebagai oposisi di parlemen selama 5 tahun mendatang.

Memang demikian yang seharusnya. Pemilu dan pilpres adalah kontes platform, lomba proposal politik, siapa yang memetakan dengan benar problem-problem bangsa dan menawarkan jalan keluar yang lebih diterima rakyat.

Menjadi aneh, dan betul itu aib, kalau setelah kalah, politisi dan parpol di kubu Prabowo ingin gabung dalam pemerintahan. Itu berarti ia menyetujui platform Jokowi-Ma'ruf. Apa ia khilaf selama masa kampanye kemarin?

Praktik pindah barisan setelah kalah adalah contoh paling telanjang dari oportunisme tanpa prinsip. Tak ada nilai baik yang diperjuangkan politisi dan parpol yang demikian selain kekuasaan semata-mata. 

Politisi dan parpol yang seperti ini hendaknya dicatat baik-baik dalam memori dan semasa kampanye 2024 nanti ludahi saja para caleg-nya kalau masih punya nyali setor muka ke tengah-tengah rakyat.

Jangan salah kaprah memaknai persatuan. Persatuan itu tidak sama dengan peniadaan perkubuan. Persatuan justru menghendaki perkubuan, pertentangan gagasan berlandaskan semangat serupa: demi kemajuan dan kemenangan rakyat Indonesia.

Demi kemajuan dan kemenangan Indonesia inilah oposisi, di parlemen pun ekstraparlementer, sangat dibutuhkan.  Rakyat membutuhkan sekelompok anggota parlemen yang senantiasa mencurigai kebijakan eksekutif; yang konsisten berteriak lantang memprotes kebijakan pemerintah yang mereka nilai mengangkangi kepentingan rakyat; yang selalu menawarkan sudut pandang dan alternatif kebijakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x