Mohon tunggu...
Natas Labar
Natas Labar Mohon Tunggu... Nyinyir adalah koentji

Petani separuh hati dan penulis recehan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menteri Susi atau 2 Pesaingnya, Siapa Paling Pas Jadi "Duta Ikan Nasional"?

13 Juli 2019   10:39 Diperbarui: 13 Juli 2019   11:26 160 3 0 Mohon Tunggu...
Menteri Susi atau 2 Pesaingnya, Siapa Paling Pas Jadi "Duta Ikan Nasional"?
Menteri Susi Pudjiastuti-sumber: kompas.com/raja umar

Setelah pilpres berakhir, popularitas kecebong anak katak dan kampret 'kelelawar' memudar. Sebagai ganti, ikan menyundul naik peringkat dalam percakapan publik.

Bangsa Indonesia tak perlu Jason Momoa jadi Arthur Currie, lelaki sakti separuh duyung karakter DC Comics kalau cuma butuh pengingat pentingnya ikan.  Di bulan Juli ini ada 3 tokoh domestik yang membantu kita sadar bahwa ikan adalah hewan penting. Jika ikan butuh duta, 3 tokoh ini bolehlah digadang-gadang sebagai kandidat kuat. Tiga, bukan dua! Sebab kalau cuma dua, kita yang akan repot mengupayakan rekonsiliasi pascapemilihan.

#1. Kandidat pertama, siapa lagi jika bukan Menteri Susi Pudjiastuti

Menteri Susi adalah orang paling konsisten bicara tentang ikan-ikan. Ia menteri para ikan sebab sepak terjangnya dalam melindungi ikan-ikan Indonesia dari pencurian perusahaan penangkap ikan asing konsisten sejak hari pertama menjabat menteri.

Beberapa hari lalu, Menteri Susi kembali dorong ikan jadi trending topic. Dengan piawai ia menfaatkan popularitas Mark Zuckerberg, menunggangi unggahan foto Mark untuk mengkampanyekan perlindungan ikan nusantara dari pencurian asing dan pentingnya meningkatkan kapasitas nelayan Indonesia melalui program bantuan kapal penangkap ikan (Kompas.com, 11/7/2019, "Ini Pengakuan Susi yang Tantang Mark Zuckerberg Lomba "Paddle".").

Ya. Beginilah contoh kriteria menteri cerdas dan berdedikasi itu. Ia kreatif, tanpa banyak biaya mengkampanyekan tugas-tugas mendesak kementeriannya: perbanyak kapal patroli untuk lindungi kekayaan laut, dan perkuat kapasitas nelayan dengan bantuan perahu-perahu penangkap. Menteri Susi mengkampanyekannya agar mendapat dukungan rakyat, sebab keberhasilan program pemerintah hanya mungkin jika mendapat dukungan publik.

Saya kira apa yang dikampanyekan Menteri Susi sejatinya "dua sisi koin" tugas pokok Kementerian Perikanan dan Kelautan. Tanpa melindungi kekayaan laut nusantara dari pencurian asing, tak tersedia cukup ikan untuk nelayan tangkap dan jual. Sebaliknya tanpa membantu nelayan dengan kapal tangkap yang layak, ikan-ikan berlimpah pun tiada gunanya.

Semoga tidak ada tokoh yang hendak mengubah tugas ini menjadi: mempermudah izin investasi pemodal besar di sektor perikanan tangkap.

#2. Pesohor Infotainment Galih Ginanjar

Pesaing Menteri Susi adalah trio pesohor dari kalangan objek berita infotainment (jika disebut artis, mungkin para seniman akan marah): Rey Utami, Pablo Benua, dan Galih Ginanjar. Ketiganya mempopulerkan ikan melalui tayangan youtube Rey Utami yang berisi wawacara Galih Ginanjar. Dalam kesempatan itu, Galih menggunakan ikan asin sebagai metafora organ kewanitaan mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN