Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Benarkah 5 dari 8 Nama Menteri yang Disebut Kompas akan Tersingkir?

12 Juli 2019   14:34 Diperbarui: 12 Juli 2019   15:18 902 9 3 Mohon Tunggu...
Benarkah 5 dari 8 Nama Menteri yang Disebut Kompas akan Tersingkir?
Menteri-menteri yang diprediksi terlempar dari kabinet baru [tangkap layar Thejakartapost.com dan kompas.com]

Satu hal paling ditunggu-tunggu publik dari gebrakan perdana pemerintahan Jokowi-Ma'ruf adalah susunan kabinet baru. Wajar! Sebab name matters. Nama Kwiek Kian Gie di posisi Menko Ekonomi, misalnya, akan menghasilkan cita rasa, gebrakan, haluan kebijakan, dan kehebohan polemik yang berbeda dibandingkan kalau Sri Mulyani yang duduk di sana.

Maka percakapan tentang siapa jadi apa, muka baru siapa duduk di mana, atau siapa tersungkur dalam kabinet nanti mulai menghangat. Detik.com (2019, 12 Juli) menurunkan artikel "Jokowi Sudah Kantongi Nama-nama Menteri: Secepatnya Diumumkan." The Jakarta Post (2019. 11 Juli) menayangkan berita sensasional, "Big names may fall off Jokowi's Cabinet". Berita disertai foto wajah lima menteri. Empat di antaranya mendapat teguran Jokowi dalam rapat lengkap kabinet pekan lalu: Sofyan Djalil, Siti Nurbaya Bakar, Ignasius Jonan, dan Rini Soemarno. Ditambah pula Menko Ekonomi Darmin Nasution.

Hari ini, Kompas.com (2019, 12 Juli, "Menerka Nama Menteri yang Akan Tinggalkan Kabinet Jokowi") mengeluarkan prediksi 5 nama yang akan terlempar keluar. Meski menyebutkan angka lima, dalam artikel itu ada 8 nama menteri yang disebut. Mereka dinilai paling berpeluang tersingkir. Penyebabnya ada tiga faktor. 

Yang pertama faktor usia. Rupanya faktor ini dianggap jadi salah satu bahan pertimbangan karena Presiden Jokowi pernah bicara tentang kemungkinan orang-orang muda mengisi kabinet. Dari faktor ini, Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution yang diprediksi akan jadi korban. Maklum, Menteri Darmin sudah berusia 70.

Faktor kedua adalah kinerja. Terkait ini, empat menteri yang ditegur Jokowi dalam rapat kabinet pekan lalu dianggap paling mungkin terlempar dari pemerintahan baru.

Teguran Jokowi pekan lalu itu terkait defisit neraca dagang yang disebabkan jurang lebar antara ekspor dan impor. Rupanya dalam pandangan Jokowi ada dua kontributor bagi lebarnya jurang lebar ekspor-impor yang berdampak pada defisit neraca dagang. Yang pertama adalah tingginya impor migas. Yang kedua adalah lambatnya perinzinan ivestasi, terutama investasi bagi produk ekspor dan barang-barang substitusi impor.

Gara-gara impor migas tinggi, Pak Ignatius Jonan selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Ibu Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN kena teguran Jokowi.

Sementara teguran terkait lambatnya penerbitan izin investasi dialamatkan Presiden kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang merangkap Kepala BPN Sofyan Djalil dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar. Presiden menilai, izin investasi paling banyak ngadat di kementerian Pak Sofyan dan Ibu Siti.

Faktor ketiga adalah kasus korupsi. Saat ini, demikian menurut artikel Kompas, ada 3 menteri yang namanya terkait dugaan korupsi. Meski baru diperiksa sebagai saksi, berkembang dugaan menteri-menteri ini kelak roboh juga, menjadi pesakitan dalam tahanan KPK.

Menteri Agama Lukman Hakim diduga bakal kena getah kasus suap jabatan yang sudah menyeret Ketua Umum Partai Persatuan Pembangungan Rohmahurmuziy ke penjara. Nama Menpora Imam Nahrawi tersangkut  dugaan suap dana hibah dari pemerintah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN