Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pemerintah dan Parlemen Baru, Pimpin, Jangan "Pimping"

14 Juni 2019   02:54 Diperbarui: 14 Juni 2019   03:06 0 4 2 Mohon Tunggu...
Pemerintah dan Parlemen Baru, Pimpin, Jangan "Pimping"
Pimp dan dagangannya [ilustrasi,officialpsds.com]

Meski Mahkamah Konstitusi belum putuskan sengketa perhitungan suara pilpres yang diajukan Prabowo Subianto, sudah pastilah kita akan segera punya pemerintah dan parlemen baru. Sekalipun Joko Widodo tetap Presiden RI 2019-2024, pemerintahannya adalah pemerintahan baru: target-target baru, prioritas baru, strategi baru, orang-orang baru, dan mungkin saja sejumlah jabatan baru. Demikian pula dengan orang-orang di parlemen. Kendati mayoritasnya muka lama, mereka perlu dipandang  baru. 

Kepada setiap yang baru, harapan selalu terbit. Semoga lebih baik, semoga lebih memuaskan, dan segala lebih positif lainnya. Kebaruan senantiasa mengandung pula makna perbaikan dan kemajuan. Gerak maju, progres, tak bisa tidak berarti bergerak menuju sesuatu yang baru.

Maka wajar adanya kepada para pimpinan baru negeri ini, kita sampaikan harapan-harapan.

Presiden dan menteri-menteri kabinetnya, juga para politisi yang duduk di parlemen adalah pimpinan-pimpinan negeri. Demikianlah hakikat mereka ketika negeri ini baru berdiri. Saat itu orang-orang yang mengisi pemerintahan dan parlemen adalah para pemimpin bangsa; orang-orang yang menggerakkan rakyat negeri ini berderap maju menuju kemerdekaan.

Sekalipun dua dekade pascamerdeka mulai banyak bandit, koruptor, pengejar rente, dan social climber mengisi dua lembaga kekuasaan itu, tidak lantas funsi kepemimpinan hilang dari mereka. Mungkin kadar atau kualitasnya saja yang berkurang.

Atau bolehlah berlaku begini. Orang-orang yang sebelum terpilih jadi anggota parlemen itu bukan jenis orang yang banyak gunanya bagi masyarakat, kita harapkan saat sudah duduk di parlemen akan berubah menjadi berguna, menjadi pimpinan bangsa.

Dahulu--mungkin sekarang masih berlaku--para mahasiswa baru kampus di samping bonbin Bandung, jika sedang berlari-lari dalam barisan saat di-ospek himpunan mahasiswa jurusan sering sambil melantunkan yel-yel: The leader is the one who knows the way, shows the way, and goes to the way.

Knows the way: "Mengetahui" arah bangsa ini, atau memiliki gagasan tentang masa depan bangsa ini dan bagaimana jalan mencapainya adalah kualitas dasar yang sudah seharusnya dimiliki para politisi yang terpilih duduk di pemerintahan dan parlemen.

Siapapun bisa memiliki gagasan tentang masa depan seperti apa yang harusnya mewujud bagi bangsa ini dan bagaimana jalan untuk mencapainya. Tetapi para pemimpin dituntut untuk mampu menunjukkan jalan itu kepada rakyat, shows the way. Pemimpin adalah orang-orang yang mampu meyakinkan rakyat untuk menyetujui jalan itu.

Bukan cuma tahu dan tunjukkan jalan, para pemimpin juga wajib bergerak ke sana. Goes to the way. Artinya, jalan menuju masa depan gilang-gemilang yang ditunjukkan kepada rakyat sebagai janji kampanye harus dikonkritkan dalam kebijakan-kebijakan. Dengan kata lain, pemimpin adalah orang-orang berkredibilitas. Ciri pokok orang credible adalah  cocok kata dan tindakannya, yang mewujudkan janji-janji kampanye dalam kebijakan-kebijakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x