Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Tak Cuma di Koalisi, di Internal Gerindra pun Kalang-kabut "Mbili-mbolot"

19 Mei 2019   00:51 Diperbarui: 19 Mei 2019   02:10 2458 17 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tak Cuma di Koalisi, di Internal Gerindra pun Kalang-kabut "Mbili-mbolot"
Para petinggi Gerindra, Ahmad Riza Patria, Arif Poyuono, dan Andre Rosiade [Diolah dari Detik.com]

Perbedaan manuver politik dan pertentangan pernyataan ternyata bukan cuma terjadi di antara parpol anggota koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga. Bahkan di internal Gerindra yang adalah intinya inti koalisi pun lidah para petingginya saling tikam.

Gerindra mbili-mbolot, kata orang-orang di tanah kelahiran kakek-nenek anak saya. Mbili-mbolot itu kusut yang tak kenal ujung pangkal, silang sengkarut yang 3 level lebih parah dari karut-marut kacaunya.

Gerindra mbili-mbolot dalam bernalar, menyebabkan tindakan dan pernyataan-pernyataan mereka kalang-kabut, mengundang iba oleh tandusnya kebenaran dan konsistensi.

Misalnya ketika mereka menyatakan menolak hasil pilpres namun menerima hasil pileg.

Padahal jika kita perhatikan saksama data-data perolehan suara pileg dan pilpres, kita akan tahu bahwa perbandingan peta perolehan suara parpol-parpol di kubu TKN dan di BPN berbanding lurus dengan perbandingan perolehan suara capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dengan Prabowo-Sandiaga. Dengan kata lain, perolehan suara pileg dapat dijadikan triangulasi perolehan data pilpres.

Lebih jelas tentang ini baca artikel: "Retorika Prabowo Tolak Hasil Pilpres Sulit Dimengerti"

Contoh lain mbili-mbolot Gerindra adalah ketika mereka menolak membawa sengketa pilpres ke Mahkamah Konstitusi namun menyatakan akan membawa sengketa pileg sejumlah provinsi ke lembaga yang berwenang mengadili sengketa pemilu dan pilpres itu.

"Untuk pileg, Partai Gerindra akan mengajukan sengketa, sengketa ke MK, sudah ada tiga dapil yang akan kami ajukan, pertama dapil Jakarta III, kedua dapil NTT, ada NTT I, NTT II, dan dapil Jatim Madura, itu yang akan kami ajukan." Demikin ucap jubir Gerindra Andre Rosiade yang dikutip Detik.com.

Ini aneh bin ajaib. Argumentasi mereka menolak membawa keberatan dan unek-unek kekalahan dalam pilpres ke Mahkamah Konstitusi adalah menurut mereka lembaga itu tak bisa lagi dipercaya. Jika benar demikian maka untuk apa membawa sengketa pileg ke MK?

Bukan cuma pernyataan soal ini berbeda dengan pernyataan soal anu; pernyataan esok berkebalikan dari pernyataan kemarin; pernyataan pejabat Gerindra pun bertentangan satu sama lain. Ketua A membantah Ketua B, Ketua C meluruskan Ketua D.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x