Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Soekarno Berwasiat kepada Tan Malaka, Kepada Siapa Testamen Politik Prabowo? Amien Rais atau Rizieq Shihab?

17 Mei 2019   11:44 Diperbarui: 17 Mei 2019   13:02 0 11 4 Mohon Tunggu...
Soekarno Berwasiat kepada Tan Malaka, Kepada Siapa Testamen Politik Prabowo? Amien Rais atau Rizieq Shihab?
Siapa penerima wasiat Prabowo [ilustrasi diolah dari rmol.co dan cnbc.com]

Prabowo sakit parah! Sekelebat dugaan di kepala saya berbareng degup kecang di jatung oleh rasa terkejut ketika membaca judul sejumlah berita yang menyebutkan Prabowo akan menuliskan surat wasiat.

Wasiat, dalam pemahaman umum, juga menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "pesan terakhir yang disampaikan oleh orang yang akan meninggal (biasanya berkenaan dengan harta kekayaan dan sebagainya)."

 Apakah Prabowo sekarat? Apakah kekalahan ketiga kali dalam pilpres sungguh menguncang jiwa sehingga kesehatannya memburuk drastis? Sakit apa Prabowo Subianto? Apakah ia merasa lelah oleh beban kerja selama masa kampanye pilpres?  Pertanyaan-pertanyaan itu melintas cepat.

Saya segera membaca isi berita. Tetapi tak satupun yang cukup menjelaskan surat wasiat yang dimaksudkan Prabowo Subianto. Tak ada pula yang menyinggung kondisi kesehatan capres penantang itu.

Saya lantas teringat testamen politik Soekarno dan menduga Prabowo hendak meniru Sang Proklamator. Dalam sejarah, Presiden Soekarno pernah berwasiat, alias memberikan testamen politik kepada Tan Malaka.

Testamen politik Soekarno ditulis pada 1945, dilatarbelakangi kecemasan Soekarno akan perkembangan kondisi yang diduganya bakal terjadi perang besar di Jakarta. Soekarno khawatir terjadi kenapa-kenapa dengannya dan Mohammad Hatta yang membuat Presiden dan Wapres pertama NKRI itu tak bisa lagi memimpin kelanjutan revolusi kemerdekaan.

Terjadi dua kali pertemuan Soekarno dengan Tan Malaka sebelum pertemuan ketiga yang melahirkan testamen. Pertemuan pertama berlangung pada malam Idul Fitri, 9 September 1945 di teras belakang rumah dr. Soeharto, dokter pribadi Soekarno.

Dalam tatap muka pertama ini, Bung Karno menguji kebenaran sosok guru tak langsungnya, Tan Malaka. Bung Karno menggali pemikiran Tan Malaka yang tertuang dalam buku Massa Actie. Itu buku yang sangat mempengaruhi pandangan politik Bung Karno.

Ketika orang di depannya menjelaskan ringkas dan presisi hahikat buku itu, menjadi yakinlah Soekarno bahwa pria bernama samaran Abdulradjak itu sungguh Tan Malaka.

Maka memintalah Bung Karno agar Tan Malaka sudi menerima wasiat melanjutkan kepemimpinan revolusi kemerdekaan jika terjadi apa-apa dengan Bung Karno

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4