Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Siapa yang Curang? Di TPS Ini Suara Sah 141, Prabowo 784

24 April 2019   20:17 Diperbarui: 25 April 2019   07:59 0 16 10 Mohon Tunggu...
Siapa yang Curang? Di TPS Ini Suara Sah 141, Prabowo 784
Tangkap layar Sistung KPU

Kondisi zero human error itu mustahil. Keliru sudah fitrah manusia. Apalagi dalam hajatan sebesar pemilu dan pilpres. Mau cara apapun dipakai, tetap saja ada satu-dua kekeliruan dalam perhitungan, pencatatan, perekapan, pun entri data perolehan suara untuk ditayangkan ke publik.

Dengan kesadaran ini, seharusnya kekeliruan-kekeliruan kecil tak perlu diheboh-hebohkan, apalagi di-framing dan dipropagandakan sebagai bukti kecurangan masif, terstruktur, dan sistematis.

Tinggal sampaikan informasi, minta perbaikan. Kecuali jika pihak penyelenggara, KPU, tidak mau mendengar masukan dari masyarakat. Saya kira KPU menayangkan sistung justru agar masyarakat membantu mengawasi dan memberi koreksi jika ada human error dalam proses input data. 

Sayangnya banyak politisi tak bertanggungjawab  tak siap menerima kekalahan. Mereka menggunakan kekeliruan-kekeliruan manusiawi seperti ini sebagai pembenar tuduhan mereka bahwa pemilu dan pilpres berjalan curang secara massif, terstruktur, dan sistematis.

Kejanggalan data perolehan suara di TPS 07 Cilowong adalah salah satu contoh human error yang bisa saja dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggungjawab untuk membesar-besarkan kisah tentang kecurangan pemilu dan pilpres.

Di TPS ini awalnya data formulir C1 yang termuat di Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum adalah 784 suara untuk capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Jumlah ini janggal bukan main sebab sebanyak-banyaknya suara di TPS adalah 300. Untuk TPS 07 Cilowong, Kota Serang, jumlah suara sah adalah 141.

Untung saja bukan capres-cawapres 01 Jokowi-Ma'ruf Amin yang tercatat mendapat 784 suara. Kalau sampai begitu, tentu sudah ramai pasukan buzzer dan elit politik jadikan bahan gorengan bukti pemilu dan pilpres curang.

Apakah pencatatan suara Prabowo yang lebih 3 kali lipat total suara sah itu karena kecurangan?

Tidak!

Menurut KPU hal itu murni human error, kekeliruan entri data. Seharusnya tercatat Jokowi-Ma'ruf 57 suara dan Prabowo-Sandi 84 suara. Ada keliruan mengentri angka 7 di depan perolehan suara Prabowo-Sandiaga. Totalnya masih benar 141 suara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2