Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Bukan Salah Arief Poyuono, Salahkan Jokowi!

24 April 2019   10:53 Diperbarui: 24 April 2019   11:54 881 9 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bukan Salah Arief Poyuono, Salahkan Jokowi!
Joko Widodo dan Arief Poyuono [Ilustrasi diolah dari eramuslim.com dan RiauSky.com]

Don Poyu, begitu saya dengar seorang kawan menyebut namanya. Mereka cukup akrab. Arief Poyuono, demikian namanya sering ditulis dalam pekabaran.

Dahulu ia Ketua Serikat Buruh BUMN, sebagaimana pengakuannya sendiri dan diaminkan oleh sejumlah orang dalam jagat perjuangan buruh. Soal banyak atau sedikit buruh BUMN yang mau dijadikan anggota Om Arief---karena tak sungguh mengenalnya, sebaiknya saya tak ikutan menyebutnya Don Poyu--bukan urusan saya.

Terakhir malah status Om Arief sudah jadi Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu. Itu berarti di lingkup BUMN se-Indonesia, beliau adalah lawan setara Menteri Rini Soemarno, majikan segenap BUMN, menteri yang dituding paling neolib sejak pemerintahan Megawati hingga kini. Bukan main-main pentingnya Om Arief jika demikian.

Saat ini Om Arief Poyuono sedang kembali jadi bintang. Orang-orang nyinyir di Mojok.co sampai-sampai merasa perlu menulis sejumlah artikel bertema dirinya. "Menertawakan dan Menghormati Arief Poyuono" pada 21 April dan "Memahami Logika Dahsyat Arief Poyuono Melawan Quick Count" sehari sebelumnya. Ckckckck...hebat!

Sebulan sebelumnya Arief Poyuono juga sempat menyita perhatian publik ketika menyalahkan Joko Widodo saat Andi Arief ketahuan nyabu. Mungkin karena sadar pendapat Arief Poyuono berpengaruh, cawapres Ma'ruf Amien ikut-ikutan menanggapi.

Oh iya, jadi ingat, dahulu Arief Poyuono dan Andi Arief juga pernah bikin heboh dunia pekabaran receh dengan sengketa antara mereka terkait tudingan kepemilikan akun twitter @Bangzul_PKI.

Sengketa AA vs AP ini terjadi 2011 silam. Akun @bangzul_pki menyebut otak di balik SMS gelap mengatasnamakan Muhammad Nazaruddin adalah AP. Arief Poyuono merasa semua ciri yang disebut dalam seri kicauan itu cocok dengan dirinya. Ia lantas melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya. AP mengklaim, berdasarkan penelusurannya pemilik akun twitter @banzul_pki adalah Staf Khusus Presiden berinisial AA. Mungkin karena Stafsus Presiden SBY saat itu hanya Andi Arief yang berinisial AA (Aa' Gimnastiar tak pernah jadi stafsus), beranglah Andi Arief.

Baik. Lupakan perseteruan lama itu. Kini Arief Poyuono menyayangi Andi Arief. Namun perseteruan itu hemat saya salah satu anak tangga penting yang melambungkan nama Arief Poyuono. Bukan gampang berani macam-macam dengan Andi Arief, yang meski kini somplak namanya oleh kasus nyabu, harus diakui dihormati orang-orang yang mengerti sejarah penggulingan Orde Baru.

Sensasi terkini yang bikin nama Arief Poyuono kembali blink-blink di layar kaca adalah perseteruan pendapat dengan lembaga survei dan pendasarannya akan klaim kemenangan Prabowo Subianto.

"Nah ini fakta ya kalau Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019 di 22 provinsi. Jadi 22/34 = 64,7 persen (Prabowo-Sandi), 12/34 = 35,3 persen ( Joko Widodo -- Maruf Amin). Ini hitung matematika kasar aja ya. Jadi lembaga survei jangan coba-coba giring opini dengan hasil quick count-nya." Demikian penjelasan Arief Poyuono.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x