Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Sia-sia Tanpa "NAKETI"

24 April 2019   00:06 Diperbarui: 24 April 2019   00:49 664 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Sia-sia Tanpa "NAKETI"
Jokowi-Prabowo [Tribunnews.com]

Sejumlah pemuka agama buru-buru ambil tindakan untuk merajut kembali Indonesia yang koyak oleh pilpres. Mereka menyerukan dua kubu yang berkompetisi segera melakukan rekonsiliasi. Itu bijak dan sangat baik.

Kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin paling bersemangat menyambut baik seruan ini. Jokowi segera menugaskan Luhut Pandjaitan berjumpa Prabowo. Tidak ketinggalan, Ma'ruf Amin menyampaikan niatnya berjumpa Sandiaga.

Semangat kubu Jokowi-Amin untuk sementara masih bertepuk sebelah tangan. Pihak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno merasa urusan rekonsiliasi belum mendesak saat ini. Selain karena sedang memfokuskan diri mengawal hasil pemilu, kubu Prabowo-Sandiaga merasa tak ada konflik antara dua kubu yang membutuhkan rekonsiliasi.

Dalam artikel ini saya tidak hendak mengadili sikap kubu Prabowo-Sandiaga.

Sebagian alasan mereka memang bisa diterima. Jika mereka merasa dirugikan oleh sejumlah ketidakberesan dalam pelaksaan pilpres--hak mereka untuk menduga demikian--belum tepat melaksanakan rekonsiliasi sebelum KPU menetapkan hasil perhitungan suara dan MK belum mengetuk palu sengketa pilpres yang mungkin saja akan diajukan para pihak.

Sederhana saja. Selama proses penetapan pemenang pilpres belum berkekuatan hukum tetap (melalui keputusan MK, demikian tampaknya dalam pandangan BPN Prabowo-Sandiaga) akan sia-sia rekonsiliasi yang mendahuluinya sebab seri tudingan menyakitkan hati masih akan dilontarkan kubu Prabowo-Sandiaga dan tentu saja akan dibalas dengan setara pahitnya oleh kubu Jokowi-Amin yang merasa tuduhan itu mengada-ada dan keterlaluan.

Alasan kedua sulit diaminkan, yaitu bahwa rekonsiliasi tak perlu sebab menurut kubu Prabowo-Sandiaga tak ada konflik antara kubunya dengan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Mungkin BPN benar. Sesungguhnya tak ada konflik antara dua pasangan capres-cawapres, pun antara elit-elit lingkaran inti mereka. Bagaimana pun Prabowo dan Luhut adalah konco bisnis, demikian pula Erick Thohir dengan Sandiaga.

Sebaliknya di tingkat akar rumput, ucapan dan tindakan menyakitkan hati sangat terasa. Ada begitu banyak pemutusan pertemanan di media sosial, berlimpah caci maki dan ancaman dilontarkan. Yang paling miris, eksploitasi sentimen agama oleh sejumlah pihak demi kepentingan politik merupakan investasi besar bagi kebencian berbasis identitas di tengah masyarakat, bahkan sudah menjangkiti bocah-bocah sekolah dasar.

Keterlaluan jika kubu BPN Prabowo-Sandiaga menganggap angin lalu semua itu, seolah-olah itu cuma kentut capres di moncong tim sukses sehingga sebaiknya tabah dibikin lupa saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN