Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Prabowo Ikon Post-Truth Culture, dari Caranya Tanggapi Survei dan Hasil Hitung Cepat

22 April 2019   02:05 Diperbarui: 22 April 2019   02:16 0 24 10 Mohon Tunggu...
Prabowo Ikon Post-Truth Culture, dari Caranya Tanggapi  Survei dan Hasil Hitung Cepat
Ilustrasi [diolah dari viva.co dan startupventurecapital.com]

Sebagian orang merasa Pilpres 2019 ini  adalah pengulangan sejarah, terutama oleh peristiwa Prabowo bersujud syukur untuk memperkuat klaim kemenangannya yang minus landasan valid.

Memang ada banyak kemiripan dalam persepsi, propaganda, dan sepak terjang politik Prabowo antara 2014 dan 2019. Boleh jadi ini pola yang menunjukkan konsistensi cara berpikir dan bersikap sebagai bukti penganutan kebudayaan baru, kebudayaan yang berkembang di dunia dari momentum politik elektoral semenjak satu dekade lalu.

Barusan saya menonton lagi wawancara Prabowo Subianto dalam program BBC Impact 2014 silam. Saya benar-benar ingin memeriksa kembali bagaimana respon Prabowo terhadap hasil perhitungan sementara peroleh suara pilpres pada lima tahun silam. Bahwa kemudian dalam video wawancara itu wajah Babita Sharma yang bikin adem mata terus saja muncul, sekadar bonus yang tak disengaja. :)

Di hadapan Babita dan tentu saja pemirsa BBC di seluruh dunia, Prabowo menyatakan sangat yakin ia yang mendapat mandat rakyat Indonesia sebab real count yang sudah dimulai menunjukkan dirinya memimpin.

Babita mengkonfrontir keyakinan itu dengan mengajukan hasil survei dari 3 lembaga yang meurut BBC layak dipercaya, yaitu CSIS, Kompas, dan Saiful Mujani Institute. Hasil survei menjelang pilpres dari 3 lembaga itu menyatakan Joko Widodo mengungguli Prabowo, sekitar 52 persen berbanding 47 persen.

Prabowo cepat-cepat menyanggah dengan menyatakan "Those institutions ..., they're all very partisan. They are openly ... They have openly supported Joko Widodo for the last, maybe one year, and they are actually part of the Joko Widodo campaign supporters. ... Completely not objective, ... They are part of this grand design to manipulate perception."

Video Babita mewawancarai Prabowo dan ulasannya bisa Anda saksikan di sini


Prabowo lantas degan bijak menyatakan sebaiknya menunggu hasil hitungan ril KPU. "So let us go through the due process of counting verification and let the General Election Commission decide."

Atas sikap bijak Prabowo itu, Babita sangat sejutu. "You are completely correct to say that we should of course wait until the official results ...," katanya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3