Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Provokasi Para Politisi yang Mendadak Bipolar

19 April 2019   22:39 Diperbarui: 19 April 2019   23:19 1036 11 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Provokasi Para Politisi yang Mendadak Bipolar
Prabowo Subianto dan para pengikutnya [Kompas.com]

Sebenarnya saya bisa mengerti jika Prabowo Subianto dan para pengikutnya berusaha menjaga moral saksi-saksi pilpres mereka di lapangan. Tanpa menjaga harapan akan kemenangan Prabowo, sulit orang-orang itu tetap fight menjaga suara dalam perhitungan di sidang-sidang rekap suara di tiap-tiap tingkatan.

Tetapi seharusnya Prabowo Subianto dan pendukungnya bisa melakukan itu dengan santun dan bermartabat, bukannya memprovokasi kebencian dan keresahan dengan menuduh pihak lain melakukan kecurangan.

Pascapencoblosan kian gencar saja kubu Prabowo Subianto melancarkan propaganda pilpres berlangsung curang dan pemenang sesungguhnya adalah Prabowo-Sandiaga. Dengan pernyataan-pernyaan seperti itu, saya jadi mencemasi kebenaran dugaan bahwa Prabowo cs akan bikin rusuh jika kalah.

Mungkin karena panik oleh kekalahan, Prabowo dan pendukungnya berubah menjadi penderita bipolar. Dalam satu kesempatan, pernyataan-pernyataan mereka bertentangan antara kalimat yang satu dengan lainnya, antara kicauan sedetik lalu dan sedetik selanjutnya.

Mari kita lihat beberapa contoh kecil saja dari begitu banyak pernyataan miskin nalar dan bipolar yang dilontarkan kelompok ini.

Kita mulai dengan sejumlah pernyataan akun twiter Prabowo Subianto @prabowo pada 17 April.

Pertama akun @prabowo menulis "Pada proses pemilu kali ini banyak kejadian yang merugikan pihak 02. Banyak kertas suara yang tidak sampai. Banyak surat suara yang tidak sampai. Banyak TPS yang buka terlambat. Banyak yang tidak dapat undangan."(1)

Coba simak lucunya pernyataan ini.

Yang disebut Prabowo itu adalah problem lazim dari pemilu ke pemilu. Surat suara terlambat sampai; TPS buka terlambat; atau undangan pemilihan tidak sampai ke rumah pemilih adalah kasus-kasus sporadis yang meski sudah berusaha diantisipasi pada setiap pemilu, masih saja terjadi.

Kasus-kasus seperti ini bukan cuma merugikan Prabowo-Sandiaga. Siapapun peserta pemilu, bahkan para pemilih dirugikan oleh kondisi ini.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x