Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Lonely moody nosy opposition, coz none is sane but clown

Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Angin Maret

10 Maret 2019   10:49 Diperbarui: 10 Maret 2019   10:58 123 13 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Angin Maret
Sumber: telegraph.co.uk

Pepohonan berbatang lunglai doyong 45 derajat. Yang berbatang keras patah dahan dan pokoknya.  Sebagian rebah, akar-akar mencuat tercabut. Upah bagi kepala batu yang angkuh.

Atap-atap seng  terpelanting meninggalkan kaso. Paku-paku pengikatnya kehilangan daya.

Anjing-anjing galak di beranda menyalak. Tubuh mereka menggigil. Ketakutan. Mengais di pintu rumah, pinta murah hati tuan perkenankan berlindung.

Saya, manusia angkuh, seketika kehilangan nyali. Di dasar hati yang menciut dalam diri yang mengecil, hanya satu nama teringat untuk diucapkan: Tuhan, tolong!

Hanya tiupan kecil. Cukup agar saya mendadak tawakal saleh.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x