Mohon tunggu...
Tuan Martinuz
Tuan Martinuz Mohon Tunggu... None is sane but Clown

Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Samurai PDIP Luruskan Klaim Gerindra tentang Biaya Pilgub DKI 2012

24 Januari 2019   16:32 Diperbarui: 24 Januari 2019   16:37 193 8 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Samurai PDIP Luruskan Klaim Gerindra tentang Biaya Pilgub DKI 2012
Para samurai PDIP [diolah dari Kompas.com dan tribunnews.com]

Para elit PDIP seperti Eva Kusuma Sundari, Ganjar Pranowo, Budiman Sujadmiko, Rieke Diah Pitaloka, Ara Sirait, dan banyak lagi bolehlah kita sebut samurai. Itu karena mereka bukan para birokrat partai yang cuma tahu duduk di belakang meja. Mereka petarung lapangan, garang di podium juga lincah di kancah pengorganisiran.

Begitulah kader PDIP seharusnya, sebagaimana dikehendaki Megawati Soekarnoputri. Ketum PDIP memang selalu menyerukan, sebagai otokritik, agar para kader PDIP mengikat dirinya erat-erat kepada massa rakyat. Demikianlah sodaritas dan soliditas horizontal antara partai polopor dan massa rakyat dibangun.

Pandangan Megawati tentang bagaimana langgam kerja harian parpol progresif revolusioner itu betebaran dalam pidato-pidatonya. Yang lumayan lengkap mungkin pidato 2010 silam dalam kongres III PDIP.

Rupanya para samurai ini gerah mendengar klaim Gerindra tentang milyaran rupiah digelontorkan pendiri Gerindra Hashim Djojohadikusomo bagi pemenangan Jokowi-BTP dalam pilgub DKI 2012 silam. Gerinda mengumbar klaim itu menanggapi pernyataan Joko Widodo dalam debat capres putaran perdana 17 Januari lalu.

Salah satu samurai, Eva Kusuma Sundari angkat bicara.

Pertama ia meluruskan klaim bahwa Prabowo yang pertama kali sounding pencalonan Joko Widodo ke PDIP. Menurut Eva, yang pertama mendekati Megawati dan bicara soal pencalonan Jokowi adalah Jusuf Kalla. Tokoh lain kemudian mengikuti, seperti Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago.

Jadi sebelum Prabowo mengumumkan niatnya memasangkan Joko Widodo dan BTP, di internal PDIP sudah terlebih dahulu berkembang wacana pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kedua, Eva meluruskan soal dana miliaran dari Hashim. Eva tidak menampik ada dana itu. Namun dana tersebut untuk kepentingan Gerindra dan Prabowo sendiri yang sambil menyelam minum air memenangkan Jokowi-BTP.

Menurut Eva, dalam pilgub DKI 2012, PDIP dan Gerindra berbagi peran. PDIP melancarkan serangan darat, pengorganisasian rakyat, sementara Gerindra melakukan serangan udara melalui iklan tv serta kampanye di media sosial dan media warta daring. Masing-masing front dibiayai mandiri. PDIP mengurus kebutuhan front darat sendiri, melalui urunan para kader, anggota fraksi dan kas partai. Sementara dana Hashim digunakan Gerindra dalam kampanye daring. Sebagian atribut seperti baju kotak-kotak menggunakan dana Hashim.

Eva kemudian menjernihkan pernyataan Jokowi dalam debat pilpres. Menurutnya yang Jokowi maksudkan tanpa biaya adalah tak ada mahar pencalonan. PDIP dan Gerindra justru mengeluarkan biaya untuk pemenangannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN