Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Petani - Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Kampanye Negatif La Nyalla, Tak Elok Namun Mendidik

12 Desember 2018   21:55 Diperbarui: 12 Desember 2018   21:58 772 9 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kampanye Negatif La Nyalla, Tak Elok Namun Mendidik
La Nyalla kembali serang Prabowo [Diolah dari Kompas.com dan Detik.com]

La Nyalla Mattalitti, Ketua Kadin Jatim yang mantan Ketum PSSI ini dulunya orang dekat Prabowo. Kini ia mungkin salah satu musuh nomor wahid capres nomor urut 02 itu.

La Nyalla sudah tabuh genderang perang terhadap Prabowo Subianto sejak awal 2018 ketika ia mengabarkan dimintai uang milyaran rupiah oleh Prabowo Subianto sebagai syarat mencalonkan diri dalam Pilgub Jatim melalui Gerindra, parpol di mana La Nyalla turut jadi elitnya.

Kini La Nyalla kembali menikam Prabowo melalui pernyataanya saat membesuk Ma'ruf Amin, cawapres kubu lawan.

La Nyalla membocorkan keterlibatannya dalam penyebaran fitnah Joko Widodo turunan PKI dan anti-Islam melalui tabloid Obor Rakyat pada pilpres 2014 silam.

Meski dibantah Gerindra, pengakuan La Nyalla ini bikin kokoh kecurigaan orang-orang bahwa kubu Prabowo Subianto memang menempuh cara keji memfitnah Jokowi dalam pilpres 4 tahun silam.

Bukan cuma itu. La Nyalla juga mengolok-olok keislaman Prabowo, menyatakan Prabowo tidak cakap dalam memimpin salat, membaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.

Pernyataan mengolok-olok kadar kesalehan seseorang adalah bentuk kampanye tak elok, menjijikkan. Kesal rasanya mendengar La Nyalla membawa masuk karakter jahat dari habitat awalnya ke kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Cara berpolitik seperti ini sejatinya membodohi rakyat.

Meski begitu, jika dipikir-pikir dengan mengesampingkan emosi, ada pula sisi baik dari pernyataan La Nyalla. Pernyataannya memancing respon para pendukung Prabowo dan respon tersebut membongkar karakter mereka yang plin-plan.

Lihat saja jawaban elit FPI Slamet Ma'arif terhadap pernyataan La Nyalla. Ketua PA 212 ini mengatakan urusan beribadah bukanlah ajang perlombaan dan sepatuTnya tidak jadi alasan menyombongkan diri. Menurut Slamet, penilaian keimanan seseorang adalah urusan Allah semata-mata.

Olala, alangkah bijaknya. Sayang saja, kebijaksanaan ini tampaknya semu belaka dan berstandar ganda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN