Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik

Memandang Positif Seruan "Bendera Tauhid" Warna-warni dalam Temu Kangen 212

12 November 2018   21:32 Diperbarui: 12 November 2018   21:47 0 5 3 Mohon Tunggu...
Memandang Positif Seruan "Bendera Tauhid" Warna-warni dalam Temu Kangen 212
Undangan Reuni 212 membawa bendera warna-warni bertuliskan tauhid [twitter.comLembagaF]

Pada 8 November lalu, akun twiter Lembaga Informasi Front @LembagaF yang diduga sebagai akun humas Front Pembela Islam mengeluarkan pengumuman mengejutkan, sebuah poster undangan reuni gerakan 212 disertai seruan membawa "bendera tauhid" aneka warna.

Pengumuman ini sontak memancing reaksi warganet, yang seperti biasa terbelah antara pro dan kontra atau lebih tepat menertawakan.

Banyak yang mencemooh, sampai-sampai menyindir FPI sudah beraliansi dengan komunitas LGBT, yang konon termasuk yang paling mereka benci.

Ada pula yang memandang FPI ketakutan setelah pentolannya, Rizieq Shihab lebih dari 24 jam diperiksa Al-Mabahith Al-Aammah gara-gara pada dinding tempat tinggal sederhananya di Mekkah tertempel bendera hitam HTI yang mirip bendera yang di tanah air FPI klaim sebagai bendera tauhid.

Terlepas dari semua satir dan sarkasme kepada FPI--bagi saya wajar juga sih publik gerah dan jengkel--saya ingin mengapresiasi langkah FPI menyerukan pengibaran bendera warna-warni bertuliskan tauhid dalam acara temu kangen alias reuni mereka pada 2 Desember nanti.

Bagi saya, langkah FPI ini adalah sebuah terobosan bagi kebuntuan dialog soal bendera hitam ini.

Sebelumnya masing-masing pihak bertahan dalam posisinya. FPI berpandangan bendera hitam bertuliskan tauhid adalah bendera tauhid, dan orang-orang yang menolaknya mengidap fobia terhadap Islam.

Saya kira tuduhan ini tidak benar sebab yang menolak bendera hitam itu adalah kaum muslim sendiri, bahkan ormas Islam terbesar dan salah satu yang tertua di negeri ini, NU.

Penolakan NU terhadap bendera hitam itu bukan menolak kalimat tauhid, melainkan karena bendera hitam berhuruf putih atau sebaliknya telah sekian lama diklaim oleh Hizbut Tahrir dan kini de facto menjadi simbol HTI. 

Mengibarkan bendera tersebut sama saja mengkampanyekan keberadaan Hizbut Tahrir, hal yang sangat membahayakan negeri ini, termasuk membahayakan kaum muslim, seperti yang telah terjadi di Timur Tengah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN