Mohon tunggu...
Tuan Martinuz
Tuan Martinuz Mohon Tunggu... None is sane but Clown

Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

"Branding!" Mengapa Rizieq Shihab Lebih Mencemaskan Foto dan Kabar Dibandingkan Kasusnya?

10 November 2018   06:13 Diperbarui: 10 November 2018   07:43 2024 26 17 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Branding!" Mengapa Rizieq Shihab Lebih Mencemaskan Foto dan Kabar Dibandingkan Kasusnya?
Rizieq Shihab dijemput polisi Arab Saudi untuk diperiksa [Tribunnews.com]

"Jadi bukan sahabat Raja? Kasian....Salam hangat pak." Demikian komentar Kompasianer senior  Opa Tjiptadinata Effendi terhadap artikel saya, "Rizieq Shihab Dikerjai BIN? Dari DPR hingga Warganet Meragukannya."

***

Kamis malam, saya diminta menyampaikan orasi budaya dalam ulang tahun ke-10 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana. Terobosan yang baik, mereka mengundang petani bicara di hadapan komunitas cerdik pandai. Saya gembira tentunya.

Ketika pulang, di tempat parkir seorang dosen muda mendekati, menahan saya untuk diskusi sebentar. Saya pikir ia akan menyampaikan catatan atau menggali yang kurang lengkap dari isi orasi saya.

Itu orasi sederhana tentang bagaimana menempatkan Pancasila sebagai sanctioning agent, prinsip yang memfilter, memvalidasi atau sebaliknya membuang fantasi-fantasi yang berkembang dalam masyarakat Indonesia masa kini.

Saya sengaja menggunakan teori konvergensi simbolik agar bisa bicara dengan bahasa audiens. Lagi pula tema dalam ToR yang juga menjadi slogan program studi itu adalah fantasi multikultur, dan saya diminta memberikan pidato yang berujung kepada kesimpulan yang pro-NKRI, Pancasila, Kebhinekaan. Fantasi adalah tema besar dalam teori konvergensi simbolik.

Tentu saja bukan fantasi dalam terminologi umum, hal-hal yang hanya dalam khayal, maksudnya. Fantasi dalam konteks ini adalah pengalaman di masa lampau dan imajinasi akan masa depan yang dipercakapkan masyarakat.

Karena itu ilmu orang, tentu banyak lubang dalam penafsiran saya. Maka saya berpikir dosen muda ini menahan saya di parkiran untuk 5 menit menyampaikan pendapatnya.

Ternyata saya keliru. Ia malah bertanya tentang Rizieq Shihab. Ia heran, mengapa dalam pemberitaan terkini, Rizieq Shihab tampak lebih cemas dan marah terhadap tersebar luas foto dirinya bersama aparat di pinggir jalan dan rumah sederhana tempat "bendera ISIS" terpasang dibandingkan kemungkinan ia berurusan dengan Riasah Amni ad-Daulah seperti yang dicemaskan Duta Besar Agus Maftuh Abegebriel.

Karena belum mendengar kabar terbaru kasus Rizieq, saya tak bisa menjawab soal kenapa-kenapanya. Saya hanya katakan kepadanya, sebenarnya diperiksa Al-Mabahith Al-Aammah saja sudah buruk sebab setahu saya ketika Riasah Amni ad-Daulah dibentuk pada 2017, Al-Mabahith Al-Aammah alias General Investigation Directorate diambil alih dari kementerian dalam negeri dan ditempatkan di bawah Riasah Amni ad-Daulah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x