Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Lebai! Trump Kerahkan 15000 Tentara ke Perbatasan

1 November 2018   09:46 Diperbarui: 1 November 2018   09:52 405 6 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lebai! Trump Kerahkan 15000 Tentara ke Perbatasan
Tentara Amerika Serikat yang telah tiba di perbatasan Mexico [chicagotribune.com]

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali bikin cemas warga negaranya. Ia mengajukan rencana mengirimkan 15.000 tentara untuk menjaga perbatasan antara AS dengan Mexico. Jumlah tentara sebesar ini setara dengan pasukan yang dikerahkan Amerika Serikat ketika perang Afganistan dahulu.

Rencana Trump ini berlebihan bukan hanya karena jumlah tentara yang sangat besar namun karena sejumlah hal tidak masuk akal.

Yang pertama pasukan tentara sebesar itu bukan untuk berperang, melainkan unjuk menjaga perbatasan Amerika Serikat dari masuknya para imigran gelap.

Selain 15.000 tentara yang dalam rencana itu, saat ini sudah ada 7.000 tentara Amerika Serikat yang menjaga perbatasan negeri itu dengan Mexico.

Yang kedua, serbuah imigran yang Trump maksudkan sebenarnya rombongan 3.500 pengungsi dari Honduras yang kini masih berada di wilayah Mexico. Untuk mencapai perbatasan Amerika Serikat, para pengungsi Honduras itu masih harus menempuh jarak 1.600 kilometer lagi. Masih sangat jauh dan belum tentu mereka akan ke Amerika Serikat.

Yang ketiga, isu perang melawan imigran ini hanya ketakutan semu yang Donald Trump lancarkan sebagai isu politik untuk menguatkan dukungan pemilih Amerika Serikat kepada Donald Trump dan Partai Republik. Saat ini Amerika Serikat memang sedang menjelang masa pemilu parlemen.

Kenyataan sebenarnya, jumlah imigran gelap yang masuk ke Amerika Serikat sudah sangat jauh berkurang.  Pada tahun 2000, jumlah imigran gelap yang melintasi perbatasan Amerika Serikat sekitar 1,6 juta orang. Pada 2017 jumlahnya tak sampai 400 ribu. Artinya ancaman imigran gelap justru  anjlok hingga tinggal seperempat dari sebelumnya. Namun Trump memberi kesan seolah-olah inilah ancaman utama yang dihadapi Amerika Serikat.

Politik menebar ketakutan semu ini merupakan inti dari nasionalisme sayap kanan garis keras Trump yang bersifat chauvinis atau rasis, wujud dari slogan "make America great again."

Mengherankan jika ada politisi Indonesia yang mengidolakan Donald Trump dan latah ingin mengikuti jejak  kebijakan Donald Trump. Hanya politisi yang hatinya diliputi kebencian suku, agama, ras, dan antargolongan yang bisa seperti ini.

Yah, pantaslah jika politisi pengagum Trump di Indonesia didukung kalangan Islam garis keras yang punya ideologi khilafah. Pantas pula jika mereka membohongi rakyat dengan isu ratusan ribu tenaga kerja asing. Pola kerjanya sama: menebar ketakutan palsu. "Like idol like fans," ini ujar-ujaran yang cocok.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN