Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Sumpah Pemuda, Milenials Gugu Hanum Rais atau Teladani Gustika Hatta?

27 Oktober 2018   23:11 Diperbarui: 27 Oktober 2018   23:47 0 13 9 Mohon Tunggu...
Sumpah Pemuda, Milenials Gugu Hanum Rais atau Teladani Gustika Hatta?
Gustika Hatta (kiri) versus Hanum Rais (kanan) [Diolah dari IDNtimes.com dan mediaindonesia.com]

Sembilan puluh tahun lalu mereka disebut pemuda. Kini kita lebih senang melabeli mereka milenials. Generasi milenials, pemuda masa kini adalah mereka yang lahir antara 1981 hingga 1996, demikian definisi terbaru milenials ditegaskan Pew Research Center.

Pada 1928 para pemuda  menyatukan tekad, melupakan segala perbedaan dan menyatakan kesungguhan, bersumpah bertumpah darah satu, tumpah darah Indonesia; berbangsa satu, bangsa Indonesia; dan berbahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Pada 1998, dalam gerakan menumbangkan kekuasaan Soeharto dan Orde Baru, para pemuda memodifikasi sumpahnya. Mereka menyatakan bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan; berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan; dan berbahasa satu, bahasa kebenaran.

Rumusan sumpah pemuda era perjuangan reformasi ini sebenarnya bermula pada 1988, dalam peringatan 60 tahun sumpah pemuda.

Bicara tentang berbahasa satu, bahasa kebenaran, saya jadi teringat dua sosok generasi milenials, alias pemuda yang sepekan terakhir ini menyita perhatian publik.

Keduanya sama-sama turunan tokoh terkenal, seharusnya bisa menjadi contoh dari kualitas terbaik pemuda masa kini. Sayang, tingkah laku keduanya bertolak belakang.

Tokoh milenials yang pertama adalah Hanum Rais. Ia anak Amien Rais, orang yang dahulu pernah menjadi tokoh dan diklaim sebagai penjasa besar reformasi.

Hanum Rais adalah generasi milenial awal sebab lahir pada 12 April 1982. Ia lulusan kedokteran gigi namun berprofesi penulis.

Nama Hanum Rais heboh belakangan ini karena keterlibatannya dalam skandal penyebaran kabar bohong Ratna Sarumpaet.

Keterlibatan Hanum Rais unik. Para jubir capres-cawapres Prabowo-Sandiaga  umumnya menyebarluaskan kabar bohong Ratna Sarumpaet ditambah kalimat framing yang mengarahkan kesimpulan bahwa Ratna Sarumpaet dipukuli karena kekritisannya kepada pemerintah. Dengan begitu mereka mendiskreditkan capres petahana Joko Widodo sebagai tidak demokratis dan menghalalkan teror untuk membungkam lawan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x