Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

"Bokong" Taufik di Tahta Wagub DKI? PKS Perlu Tonton Games of Thrones

26 Oktober 2018   02:44 Diperbarui: 26 Oktober 2018   03:11 0 6 5 Mohon Tunggu...
"Bokong" Taufik di Tahta Wagub DKI? PKS Perlu Tonton Games of Thrones
M Taufik Wagub DKI? [Diolah dari Vox.com]

"Loyalty is a two-way street. If candidates are loyal to their staff, their staff is going to be loyal back," kata Stephanie Cutter, konsultan politik dari sejumlah politisi besar Amerika Serikat, seperti Edward M. Kennedy, John Kerry, dan Obama. Kolumnis The New York Times Frank Bruni menuliskannya dalam "Political Loyalty (or Lack of It) in the Tell-All Era." 

Namun Cutter tampaknya harus memikirkan ulang kesimpulan itu jika ia mengikuti perkembangan hubungan antara PKS dan Prabowo Subianto.

Sejauh yang tampak dari luar, PKS adalah loyalis Prabowo Subianto. Bertahun-tahun sejak masa pilpres 2014, PKS terus menempeli Prabowo, menjaga sekuat tenaga aliansi itu terus bertahan. Prabowo mengakui kesetiaan itu. Ia katakan PKS adalah teman sejati. Karena itulah meski Sohibul Iman menyatakan Prabowo bukan orang taat beragama, Prabowo berpura-pura tak mendengarnya.

Tentu saja PKS tidak mengabdi buta tanpa syarat kepada Prabowo. Aliansi politik adalah take and give. PKS punya hitung-hitungannya, apa yang diberikan, apa yang ia harap terima.

Namun berulang kali bayaran atas pengabdian itu tak kunjung PKS terima. Satu demi satu kesempatan menerima ganjaran lolos lenyap.

Yang pertama adalah kesempatan menempatkan tokoh PKS Salim Segaf bersanding Prabowo dalam pemilihan presiden 2019. Hilang. PKS harus merelakan kebahagiaan itu jadi milik Sandiaga Uno, Wagub DKI Jakarta yang juga wakil Prabowo dalam struktur Dewan Pembina Partai Gerindra.

Baiklah. PKS merelakannya demi hal lain yang tampaknya lebih menguntungkan. Biarlah kursi Cawapres melayang, toh kemungkinan sukses jadi wapres pun hanya 30an persen. PKS minta yang lebih pasti, kursi Wakil Gubernur DKI yang ditinggalkan Sandiaga Uno. Telah tersedia. Tak perlu pemilu lagi. Tinggal diduduki saja.

Bagi PKS, Wagub DKI adalah upah yang wajar atas kesetiaannya. PKS sudah mengalah tidak mencalonkan kadernya memimpin DKI Jakarta. PKS sudah bersusah payah menggerakkan mesin organisasi, jaringan, dan kemampuan mengolah isu sensitif untuk menenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai DKI 1 dan 2. 

Ketika Sandiaga Uno kembali merebut posisi cawapres yang seharusnya jadi hak PKS, wajarlah jika PKS mendapatkan kompensasinya: jabatan yang ditinggalkan Sandiaga Uno.

Demikianlah fatsun politiknya. Aliansi harus dilandasi kebersamaan. Bukan aliansi namanya jika berjalan di atas prinsip "dari Gerindra, oleh aliansi, untuk Gerindra."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN