Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Ini Sebabnya, Ma'ruf Amin Cawapres, Pilpres 2019 Sejuk

9 Agustus 2018   23:08 Diperbarui: 9 Agustus 2018   23:17 768 9 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Sebabnya, Ma'ruf Amin Cawapres, Pilpres 2019 Sejuk
Cawapres pendamping Jokowi, KH Ma'ruf Amin [sumber: lensawarga.com}

Luar biasa pilihan Joko Widodo. Meski nama Ma'ruf Amin sudah lama  disebut, namun tiada yang menyangka dirinya yang benar-benar terpilih menjadi cawapres Joko Widodo. Hingga hari terakhir, banyak yang menduga  Mahfud MD yang akan terpilih.

Disiarkan langsung sejumlah televisi  nasional, Pak Joko Widodo mengumumkan sendiri calon wakil presidennya.  Sejumlah media daring, seperti Detik.com (09/08/2018) dan Kompas.com  (09/08/2018) pun telah menurunkan berita.

Ma'ruf Amin memang trade off  paling pas. Ia titik keseimbangan dari sejumlah unsur dan pertimbangan.  Salah satunya adalah pertimbangan untuk menciptakan iklim demokrasi  yang sejuk, terutama menekan kampanye berbau sentimen agama.

Kita tahu, sejak Pilpres 2014 silam, memuncak pada Pilkada DKI, dan  terus berlangsung hingga kini, sejumlah pihak mengeksploitasi sentimen  agama untuk kepentingan politiknya.

Mengusung nilai-nilai agama  dalam politik tentu saja tidak salah dan bukan monopoli agama tertentu. Bagaimana pun juga ajaran agama berisi pula nilai-nilai hidup bersama  yang ideal untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,  dan bernegara.

Persoalannya, di tengah masyarakat yang  tuna-politik dan sejumlah aktor tak bertanggungjawab, politik berbasis  identitas keagaam berubah menjadi gaung kebencian indentitas.

Hal ini tampaknya disadari oleh Joko Widodo dan para pimpinan parpol. Mereka mengambil langkah bijak untuk mengakhir ini.

Ma'ruf  Amin adalah pilihan tepat untuk akhir kondisi sakit dalam politik  nasional kita. Sebagai salah satu pimpinan puncak ormas Islam terbesar dunia, NU, Ma'ruf Amin juga Ketua MUI. Artinya benar-benar representasi  kalangan santri, bukan hanya santri NU, tetapi seluruh ormas Islam yang  mengakui MUI sebagai forum koordinasi.

Saya pikir komitmen serupa ditunjukkan pula oleh Prabowo dan SBY  beberapa waktu lampau, yaitu ketika menyetujui salah satu butir prinsip  koalisi berupa tidak mengeksploitasi sentimen agama dalam kampanye  Pilpres.

Selain itu, dipandang dari sudut positif--dengan  mengabaikan pernyataan Andi Arief soal Prabowo takluk pada uang  Sandiaga--pilihan Prabowo kepada Sandiaga juga mungkin ada sedikit  pertimbangan itu, yaitu agar kubunya tidak menyerang lawan (Joko Widodo)  dengan isu agama.

Mungkin Prabowo berpikir, andai ia mengambil  Salim Segaf sebagai cawapres, para pengikutnya bisa mengolah itu menjadi  isu koalisi keumatan versus kelompok lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x