Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Jokowi Salah Diksi? Pidato Beranikan Relawan Berkelahi Dikritik Keras 4 Parpol Oposisi

6 Agustus 2018   11:54 Diperbarui: 6 Agustus 2018   13:18 0 14 11 Mohon Tunggu...
Jokowi Salah Diksi? Pidato Beranikan Relawan Berkelahi Dikritik Keras 4 Parpol Oposisi
Ilustrasi [diolah dari kbcs.fm, harianjogja.com, dan benankmerah.co]

Dalam dunia jalanan tempo dulu ada ujar-ujaran, "Ente jual, ane beli." Pepatah ini sebenarnya tepat untuk mewakili seruan Joko Widodo kepada para relawannya. Andai Joko Widodo memilih ujar-ujaran itu dibandingkan diksi "jangan takut diajak berantem," mungkin polemik ecek-ecek 2 hari terakhir ini tidak terjadi.

Diberitakan sejumlah media, seperti Kompas.com (04/08/2018), Joko Widodo menggelar pertemuan dengan barisan relawan pendukung pencapresan dirinya dalam pilpres 2019 nanti. Rapat Umum yang diadakan di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 4 Agustus 2018 ini dihadiri sejumlah organisasi relawan seperti Projo, Bara JP , Seknas Jokowi, Almisbat, Duta Jokowi, Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Galang Kemajuan, dan Buruh Sahabat Jokowi.

Dalam pidatonya Joko Widodo berpesan agar para relawan untuk mengimbangi bahkan melampaui militansi dan persatuan relawan kubu Prabowo. Jokowi juga berpesan agar dalam berkampanye para relawan jangan membangun permusuhan, ujaran kebencian, dan fitnah. Tetapi jika diajak berkelahi, relawan jangan takut.

Celaka! Seruan jangan takut diajak berantam ini segera ditanggapi kubu lawan.


Andre Rosiade,  anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra mengatakan kepada wartawan (Detik.com, 05/08/2018), dengan pidato tersebut Jokowi telah berindak tidak etis dan secara tidak langsung menganjurkan kekerasan.

Para politisi Partai Demokrat, sekutu baru Gerindra, juga segera memanfaatkan kesempatan ini untuk mendegradasi Joko Widodo. Roy Suryo mengatakan Jokowi tidak bijak memilih diksi (Tirbunnews.com, 05/08/2018), sementara Ferdinand Hutahaean lebih keras lagi, menuding Joko Widodo sebagai provokator dan menuntut Jokowi minta maaf kepad publik, bahkan menyarakan DPR untuk memanggil dan menegur Presiden (Detik.com, 05/08/2018).

Parpol separuh oposisi separuh pro-pemerintah PAN menyatakan menyesalkan pernyataan Jokowi karena memprovokasi gesekan di akar rumput (Detik.com, 05/08/2018). Sementara Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan bisa memahami pernyataan Jokowi namun mengolok-olok para pendukung Jokowi dengan meragukan apakah mereka paham maksud Jokowi (Tribunnews.com, 05/08/2018)

Pernyataan kubu oposisi segera bersambut kubu pendukung Joko Widodo, menjadi polemik.

Sekjen PDIP Hasto  Kristiyanto membantah jika Joko Widodo mengajak relawan melakukan kekerasan fisik. Menurut Hasto, apa yang dikatakan Jokowi sekedar memberikan semangat. Hasto juga membela Jokowi dengan menjelaskan bahwa konflik tertinggi dalam budaya Jawa bukan berantem melainkan tidak saling bicara (Kompas.com, 05/08/2018).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x