Mohon tunggu...
Padika
Padika Mohon Tunggu... youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Petani separuh hati dan penulis recehan youtube.com/c/kedaipolitikindonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Pahit Sarkasme dalam Dunia Politik Indonesia

30 Juli 2018   00:10 Diperbarui: 30 Juli 2018   00:32 0 15 8 Mohon Tunggu...
Pahit Sarkasme dalam Dunia Politik Indonesia
Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago mengatakan bagus jika Prabowo mundur sebab Indonesia butuh orang muda yang bebas dari beban masa lalu [diolah dari detik.com]

Para politisi Indonesia terutama antara kubu berlawanan dalam Pilpres seperti sama sekali telah kehilangan respek satu sama lain. Komunikasi antara mereka dipenuhi sarkasme, menghiasi pernyataan-pernyataan publik.

Tak ada kubu yang bersih dari ini. Suatu waktu Jokowi dan orang-orangnya dihantam politisi oposisi, di lain kesempatan giliran Prabowo yang harus menelan sarkasme politisi pendukung istana.

Pekan ini tampaknya giliran Prabowo yang harus banyak mengurut dada.

Pada 27 Juli lalu, FPI dan sejumlah organisasi eksponen demonstrasi menentang Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang disebut Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI atau yang populer sebagai gerakan 212 menggelar pertemuan bertajuk dalam "Itjima Ulama dan Tokoh Nasional."

Acara itu dibuat khusus untuk merekomendasikan pasangan capres-cawapres yang didukung FPI alias direstui Rizieq Shihab.

Dalama acara itu, Prabowo sebagai calon presiden yang memang sejak awal sudah didukung FPI berpidato tentang peluang dirinya direkomendasikan sebagai cawapres oleh forum ini.

"Saya menyatakan di sini, di hadapan Saudara-saudara, saya siap jadi alat untuk perubahan sosial, untuk menjadi alat umat, dan alat untuk rakyat Indonesia. Tapi, kalau saya tidak dibutuhkan dan ada orang yang lebih baik, saya pun siap mendukung kepentingan rakyat dan umat Indonesia." (Tempo.co, 27/07/2018).

Pernyataan ini mengundang beragam respon. Ada yang positif, mengapresiasi sikap Prabowo, namun banyak pula yang negatif, mencibir dan melemparkan sindirian.

Kalangan yang menyindir berasal dari sejumlah partai politik koalisi pendukung pencapresan Joko Widodo dalam Pemilu presiden (Pilpres 2019).


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x