Tilaria Padika
Tilaria Padika Petani

Artikel sejarah - ekonomi - politik - sosial budaya Twitter: @tilariapadika | surel: tilaria.padika@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Artikel Utama

Musuh Baru Pak Anies Baswedan Itu Berinisial JPO BHI

23 Juli 2018   10:00 Diperbarui: 23 Juli 2018   12:43 5075 33 14
Musuh Baru Pak Anies Baswedan Itu Berinisial JPO BHI
Anis Baswedan dan JPO Bundaran HI [diolah dari Kompas.com dan okezone.com]

Jika dipikir-pikir, kasihan juga Pak Anies Baswedan itu. Sejak awal beliau sepertinya tidak pernah berkesempatan memerintah Jakarta dengan tenang. Seperti selalu ada saja musuh, datang silih berganti menantangnya. Satu belum benar-benar ia kalahkan, lawan baru sudah menantang. 

Pak Ahok, Gubernur DKI Jakarta sebelumnya boleh dikatakan musuh pertama Pak Anies Baswedan. Ahok berhasil takluk. Pak Anies mengalahkannya dalam Pilgub.

Baru beberapa saat menikmati indahnya wibawa dalam balutan pakaian putih-putih, Pak Anies harus berhadapan dengan para supir angkot Tanah Abang yang bajunya kusut penuh keringat itu. Huh. Mereka menggugatnya menyalahgunakan kekuasaan peruntukan jalan raya (Detik.com, 14/03/2018).

Belum tenang dari itu, Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusumajati menyatakan mundur dari jabatan. Dari pernyataannya tersirat penyebabnya adalah carut-marut operasional pemerintahan Anies Baswedan (Kompas.com (16/03/2018).

Belum lama ini, Anies bermasalah dengan sejumlah pejabat, terutama Walikota Jakarta Timur Bambang Musyawardana yang ia pecat lewat whatsapp (CNN Indonesia, 16/07/2018). Repot deh, Pak Bambang pakai curhat segala. Jadinya warganet tahu dan memrundung Pak Anies. Orang-orang udik itu tak mengerti, zaman now pesan whatsapp itu setara Surat Keputusan berlambang Garuda.

Masalah dengan para pejabat yang dipecat dengan cara tak pantas a la kids zaman now belum selesai, muncul lagi musuh baru. Kali ini  bukan manusia. Ia adalah sungai, Kali Sentiong alias Kali Item namanya, bagai julukan jawara zaman perang lawan Kompeni.

Kali Sentiong seperti hendak meledek Anies, menguji kesabaran pemimpin baru DKI Jakarta ini. Sungai ini tidak mau cuti sebentar saja mengeluarkan bau busuk menyengat, setidaknya selama para atlit Asian Games menginap di Wisma Atlit Kemayoran. Sialnya Sungai Sentiong bukan pejabat Pemprov, tak mempan dipecat via whatsapp.

Yang bikin kesal, Kali Sentiong pernah bersih dan berkurang baunya semasa pemerintahan Pak Ahok. Jadi boleh diduga, Kali Sentiong bagian dari pendukung Ahok.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan [sumber: beraninews.com]
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan [sumber: beraninews.com]
Karena itu, Pak Anies juga tak sungkan bertindak tegas terhadap Kali Sentiong. Jaring sepanjang 689 meter diselimutkan pada sungai ini (Kompas.com, 19/07/2018). Rasakan tuh!

Alhasil, Kali Sentiong tak lagi bisa berinteraksi dengan dunia luar. Ia tak bisa menyapa warga DKI dengan warnanya yang mungkin sengaja kian hitam semasa pemerintahan Pak Anies. Para atlet mancanegara juga tidak akan bisa melihat wujudnya.

Masih untung Pak Anies tutupi dengan jaring hitam sehingga orang-orang masih akan terkenang, di balik jaring hitam itu, mengalir Kali Item, nama lain Kali Sentiong. Apalagi Kali Sentiong harusnya berterima kasih cadar atau selimutnya itu tidak berbahan sembarangan. Itu bahan khusus yang diimpor dari Singapura (Tribunnews.com, 20/07/2018).

Musuh Baru berinisial JPO

Kali Sentiong alias Kali Item baru setengah beres--masih berbau tetapi tidak separah dulu--atau lebih tepat disembunyikan agar perlawanannya tidak diketahui orang luar. Ia diisolasi, diasingkan di tengah kota.

Tetapi rupanya semesta belum izinkan Pak Anies tidur nyenyak. Bukan hanya karena warga Jakarta dan para warganet dari antah-berantah yang ramai nyinyir membela Kali Sentiong, tetapi karena muncul musuh baru.

Seperti Kali Sentiong, musuh ini juga benda mati. Ia sudah lama bercokol di Jakarta, namun baru sekarang memiliki nyali melawan Pak Anies. Mungkin lebih tepat dikatakan, ia tidak hendak cari gara-gara sebenarnya. Pak Anies yang tiba-tiba melihatnya sebagai musuh.

Perkenalkan, nama musuh baru Pak Anies ini adalah Jembatan Penyeberangan Orang Bundaran Hotel Indonesia.

Sama kerennya dengan Tuan Guru Bajang Zainul Madji yang disingkat TGB, nama busuh baru ini juga keren jika disingkat, JPO Bundaran HI. Mantap bukan?

Hari-hari terakhir ini, JPO Bundaran HI bikin kesal Pak Anies. Tubuhnya menghalangi pandangan orang ke Patung Selamat Datang. Padahal bagi Pak Anies, penting sekali memastikan tiada satu makhluk dan benda yang menghalangi pendangan orang-orang--terutama tetamu dan atlet yang datang khusus untuk Asian Games--ke arah Patung Selamat Datang.

Pak Anies benar. Patung Selamat Datang punya nilai historis terkait Asian Games. Ia dibangun khusus pada untuk menyambut peserta Asian Games 1962 silam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2