Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Petani - Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Fahri Hamzah: #Sebelum2019GantiPresidenPKS

18 Juli 2018   21:52 Diperbarui: 18 Juli 2018   22:01 1052 11 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Fahri Hamzah: #Sebelum2019GantiPresidenPKS
Presiden PKS Sohibul Imam (Kiri) dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (Kanan) [Diolah dari Jurnas.com dan Netralnews.com]

Hasil Survei LSI menemukan peningkatan popularitas tagar 2019 ganti presiden (#2019GantiPresiden) di tengah masyarakat. Tingkat kesukaan atau penerimaan responden terhadap kampanye #2019GantiPresiden  meningkat dari 49,80 pada survei di bulan Mei menjadi 54,5 persen pada survei 28 Juni-5 Juli (Kompas.com,10/07/2018).

Sebagai insisiator kampanye dengan tagar itu, para pembesar PKS tentu saja senang dan berbangga diri (Kompas.com, 13/07/2018).

Tak ada yang salah dengan itu. Sebagai Partai Politik sudah merupakan tujuan PKS untuk berkuasa. Agar berkuasa, mereka harus mengalahkan lawan-lawannya, yang saat ini berada di tangan Joko Widodo dan didukung oleh sejumlah Partai Politik. Karena Jokowi hendak dicalonkan lagi,  untuk mencegah kemenangan kembali Jokowi--agar sebaliknya calon presiden usungan PKS yang menang--tagline#2019GantiPresiden adalah rumusan kampanye negatif yang tepat.

Istilah kampanye negatif yang saya maksud di sini adalah kampanye yang kontennya mendegradasi lawan. Kebalikannya, kampanye positif adalah kampanye yang mempromosikan calon sendiri. Keduanya sah-sah saja dalam demokrasi selama kampanye negatif itu tidak berubah menjadi kampanye hitam.

Tetapi tidakkah para petinggi PKS sadar, bahwa di saat  bersamaan, kader PKS terpopuler Fahri Hamzah sebenarnya sedang mengkampanyekan taglineserupa namun berbalik mengarah ke PKS sendiri?

#Sebelum2019GantiPresidenPKS! Demikianlah jika pernyataan-pernyataan Fahri Hamzah di media massa yang mengkritik PKS itu dibuatkan slogan ber-hastag-nya.

Konflik antara Fahri Hamzah dengan petinggi PKS, terutama Presiden PKS Sohibul Iman telah dimulai sejak Oktober 2015. Saat itu pimpinan PKS minta Fahri mundur dari jabatannya selaku Wakil Ketua DPR karena dinilai tak pantas sebab banyak kader mengeluhkan pembelaan Fahri kepada Setya Novanto dalam kasus 'Papa Minta Saham.'

Menurut Ketua Dewan Syuro PKS, saat itu Fahri menyanggupi namun mohon dikasih waktu hingga Desember (Detik.com, 02/05/2018).

Rupanya karena Fahri kemudian ingkar dari kesepakatan, Maret 2016 Presiden PKS menandatangani surat pemecatan Fahri Hamzah dari keanggotaan PKS dan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR.

Fahri melakukan perlawanan, menggugat PKS ke pengadilan dan mohon pengadilan membatalkan keputusan itu (Kompas.com, 05/04/2016). Hingga keputusan pengadilan tingkat akhir, Fahri Hamzah menang dan karena itu pemecatannya dari PKS tidak diakui. Hingga kini ia masih Wakil Ketua DPR.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN