Tilaria Padika aka George
Tilaria Padika aka George Petani

Artikel sejarah - ekonomi - politik - sosial budaya Twitter: @tilariapadika | surel: tilaria.padika@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Artikel Utama

Terkait Kebijakannya Soal Iran, Amerika Serikat Kian Terkucil

6 Juli 2018   04:54 Diperbarui: 6 Juli 2018   20:37 3526 16 8
Terkait Kebijakannya Soal Iran, Amerika Serikat Kian Terkucil
Donald Trump dan Presiden Iran Hassan Rouhani [diolah dari madwriter.us]

Di bawah pemerintahan Donald Trump, Amerika Serikat menjadi negara yang kian terisolasi dari pergaulan dunia. Tersisa Arab Saudi dan Israel, dua sahabat sekaligus rekan setia Amerika Serikat.

Kebijakan-kebijakan Trump di bidang ekonomi yang proteksionis telah memicu perang dagang antara Amerika Serikat dengan negara-negara industri terkemuka seperti China, Kanada, dan negara-negara Eropa.

Kini di bidang politik, Amerika Serikat juga kian terisolasi oleh karena kebijakan-kebijakan pemerintahan Trump yang kontroversial dan bertentangan dengan peradaban dunia.

Setelah diprotes banyak bangsa beradab dunia karena memprovokasi babak baru perselisihan Israel-Palestina dengan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Donald Trump kembali bikin ulah dengan kebijakannya soal Iran.

Donald Trump memutuskan menarik Amerika Serikat dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau perjanjian nuklir Iran.

Perjanjian Nuklir Iran (JCPOA) adalah perjanjian antara Iran dengan 6 negara yang disebut P5+1 atau E3+3. Itu adalah 5 negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB (China, Rusia, Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat) ditambah Jerman. Dari sudut pandang Eropa, P5+1 disebut juga E3+3, yaitu 3 negara Eropa (Prancis, Inggris, Jerman) ditambah China, Rusia, dan Amerika Serikat.

Inti dari perjanjian yang ditandatangani di Viena, 14 Juli 2015 ini adalah pengurangan kapasitas nuklir Iran, bertahap dalam kurun waktu 13 tahun dan sebagai gantinya, Iran bebas dari embargo ekonomi.

Sikap Amerika Serikat yang secara sepihak menarik diri dari kesepakatan ini tidak setujui oleh 5 negara anggota penandatangan perjanjian lainnya. Para pemimpin negara-negara itu telah menjumpai Donald Trump untuk mengurungkan niatnya namun sia-sia belaka.

Amerika Serikat bahkan bertindak kian jauh dengan mengumumkan serangkaian embargo ekonomi terhadap Iran dan menyerukan negara lain untuk bertindak serupa.

Menurut rencana, mulai 6 Agustus nanti, Amerika Serikat menargetkan sanksi ekonomi pada produk emas, alumunium, dan baja serta industri otomotif Iran. Pada 4 November, Pemerintah Amerika Serikat akan memboikot pembelian minyak bumi Iran dan menghentikan transaksi dengan Bank Sentral Iran.

Mayoritas bangsa di dunia menentang kebijakan Amerika Serikat

Saat ini, pemerintah Amerika Serikat sedang keliling dunia untuk melobi negara-negara pembeli minyak bumi Iran agar mengurangi pembelian hingga menjadi nol sama sekali.

Saat ini Direktur Departemen Perencanaan Kebijakan Amerika Serikat Brian Hook dan timnya sedang berkeliling negara-negara Eropa dan Asia agar bersama-sama Amerika Serikat memboitkot pembelian minyak bumi dari Iran. Hook juga akan mengunjungi negara-negara Teluk, tetangga Iran untuk minta dukungan serupa.

Namun upaya Amerika Serikat untuk meraih dukungan dunia tampaknya akan kandas. Sejumlah negara telah secara terbuka menyatakan kritiknya terhadap kebijakan Amerika Serikat.

Sekutu-sekutu Amerika Serikat seperti Inggris dan Prancis telah menyatakan penolakannya. Demikian pula China, kompetitor utama Amerika Serikat di lapangan ekonomi saat ini, serta Rusia dan sejumlah negara besar lain.

Menteri Luar Negeri Prancis sudah sejak akhir Juni menyatakan niat negaranya untuk mempertahankan Perjanjian Nuklir Iran dan sedang mempelajari skema agar Iran dapat menikmati manfaat ekonomi dari perjanjian itu.

Sekjend PBB Antonio Guterres menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan Donald Trump dan Amerika Serikat namun minta negara-negara dunia agar mengabaikan sikap Amerika Serikat dan tetap mendukung pelaksanaan Penjanjian Nuklir Iran (JCPOA).

Parlemen Eropa bahkan--dengan sengaja sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan embargo Amerika Serikat --mendorong Bank Investasi Eropa (European Investment Bank)-- untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dengan Iran.

Beberapa negara lain di Eropa seperti Austria dan Swiss juga sengaja mengadakan pertemuan dengan pemimpin Iran untuk membahas dan menandatangani peningkatan kerjasama.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3