Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Petani - Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Magnificat Megah Termadah

8 April 2018   06:30 Diperbarui: 31 Maret 2018   21:28 281 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Magnificat Megah Termadah
The Canticle of Mary. Sumber: jennortonartstudio.com

Magnificat...Magnificat. Indah megah termadah. Magnificat anima mea Dominum. Sebab telah usai masa berkabung.

Tanggalkan jubah kelabu, kenakan syal warna-warni musim semi. Seka air matamu. Kemuliaan telah nyata. Deposuit potentes de sede, et exaltavit humiles

Magnificat...magnificat termadah, mantram kumandang angkasa megah. Sebab tiba masa gembira, sambut Sang Mempelai Pria.

Magnificat anima mea Dominum. Sebab sungguh demikianlah, esurientes implevit bonis, et divites dimisit inanes.

Maginificat ...magnificat, madahkanlah sungguh megah. Basuh wajahmu, sudah usai masa puasa, senyumlah gembira,  fecit potentiam in brachio suo.

Jayati... jayati. Madahkan magnificat. Kurvanty ahaitukim bhaktim ittham-bhuta-guno harih.

***

Tilaria Padika

31/03/2018

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan