Tilaria Padika
Tilaria Padika Petani

Artikel sejarah - ekonomi - politik - sosial budaya Twitter: @tilariapadika | surel: tilaria.padika@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Jakarta

Warganet Jangan Bikin Pusing Pak Sandi, "Please"

11 Maret 2018   10:47 Diperbarui: 11 Maret 2018   10:54 557 4 4
Warganet Jangan Bikin Pusing Pak Sandi, "Please"
Ilustrasi diolah dari jakartamajubersama.com dan youthmanual.com

Kali ini warganet --saya yakin termasuk Kompasianer---kena batunya. Saya yakin sekarang sebagian sedang mengkeret, meringkuk di pojok kamar gara-gara diomeli Pak Sandiaga, Kakak Kedua di Pemda DKI.

Rupanya akibat ulah warganet yang cerewetnya keterlaluan, Pak Sandiaga bersama kakak pertama, Pak Anis jadi salah mengatur Jakarta sebab terburu-buru ambil keputusan.

Hal ini Pak Sandi sampaikan waktu mengomentari kisruh tanah Abang.

"Kami didorong-dorong, kan sama kalian. Didorong-dorong sama netizen, akhirnya terburu-buru." (1)

Rupanya gara-gara didesak warganet, Pak Anis dan Pak Sandiaga terpaksa cepat-cepat tanpa pertimbangan matang menjalankan tahap pertama penataan Tanah Abang. Keduanya menututp jalan Jatibaru Raya agar pedagang kaki lima bisa bebas berjualan di sana.

Gara didorong-dorong warganet, Pak Anis dan Pak Sandiaga tidak sempat berpikir, apalagi bikin penelitian atau simulasi, kalau penutupan Jalan Jati Baru akan berdampak pada kemacetan yang bertambah parah.

Gara-gara pikiran dipenuhi desakan warganet, Pak Sandiaga jadi belum bisa sadar ketika Ketua Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian melayangkan somasi. Pak Anis dan Pak Sandi juga belum ngeh ketika Dirlantas Polda Jakarta Raya Halim Pagarra menyurati mereka, memberi tahu kalau penutupan Jalan Jatibaru menyebaban kemacetan naik 60 persen dan kebijakan itu melanggar UU 38/2004 tentang Jalan,  UU 8/2007 tentang Ketertiban, dan Perda 10/2012 tentang Lalu Lintas. Kebijakan penutupan Jalan Jatibaru melangggar pasal 63 UU 38/2004 yang bisa diganjar denda  Rp 1,5 miliar atau penjara 18 bulan.(2)

Untunglah, ancaman Bang Ocid dan para sopir mikrolet Tanah Abang (Pakubumi) untuk menggugat ke pengadilan dan dimulainya pemeriksaan polisi terhadap Wajadishub DKI telah membuat Pak Sandi sadar bahwa ada yang salah dengan kebijakan itu.

Rupanya setelah Pak Sandi merenungkan dan menimbang-nimbang, ditemukanlah letak permasalahannya, yaitu Pemprov DKI belum sempat berkomunikasi dengan Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Halim Pagarra, Ombudsman Nasional, pejalan kaki, dan instansi terkait lainnya.(3).

Sementara yang jadi akar masalah, ya itu tadi, warganet yang mendorong-dorong sehingga Pak Anis dan Pak Sandi jadi terburu-buru.

Rupanya inilah yang Pak Anis maksud sebagai masalah teknokratik.

"Saya mengajak kepada semua mari lihat persoalan Tanah Abang ini semata-mata sebagai masalah teknokratik."(4)

Maka kepada segenap warganet, please, jangan dorong-dorong Pak Anis dan Pak Sandi. Biarkan keduanya bekerja. Memang kalian pikir gampang kah memerintah sambil membaca linimasa twitter dan dinding facebook??? Ingat, ini masalah teknokratik!

Kompasianer yang sudah desak Pak Anis dan Sandi menutup Jalan Jati Baru ayo ngaceng, eh ngacung!

***

Tilaria Padika

Timor, 10/03/2018