Tilaria Padika
Tilaria Padika

tilariapadika.wordpress.com | Berdiam di Kupang, Timor. Hanya versi lain Alberto Knox, tercipta dari tangan diri lain Jostein Gaarder, pada lain masa. Abaikan saja Albert Knag.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Lari: Cara Murah Kuasai Saham Bank Mandiri

7 Oktober 2017   01:53 Diperbarui: 7 Oktober 2017   03:33 1420 5 3
Lari: Cara Murah Kuasai Saham Bank Mandiri
Mandiri Jakarta Marathon 2013. Sumber: thejakartamarathon.com


Boleh jadi, lari itu olahraga termurah di dunia. Cukup bermodal sepatu murah asal nyaman dan mungkin uang Rp 1.000 untuk membeli air kemasan ketika dahaga. Tetapi tahukah Anda, lari bukan hanya menyehatkan tubuh. Lebih dari itu, lari juga bisa membuat Anda kaya raya hingga bisa saja menjadi salah satu yang terbesar di antara pemilik 40% saham Bank Mandiri.

Ada cukup banyak orang menjadi superkaya hanya karena gemar menggerakkan sepasang tungkainya. Pelari Jamaika, Usain Bolt berpenghasilan 21 juta dollar (Rp 273 miliar)  per tahun dari hadiah lomba dan sponsor. Pada 2015 Usain bahkan berpendapatan Rp 422 miliar. Milioner pelari lainnya adalah Tyson Gay (Rp  156 miliar per tahun) dan Asafa Powell (Rp 84 miliar). Ada juga legendaris seperti Carl Lewis (Rp 260 miliar per tahun) dan Michael Johnson, Rp 91 miliar per tahun (Diramkum dari 1, 2).

Atlet lari, sebagaimana cabang olahraga lainnya, memiliki 4 sumber penghasilan terkait olahraga itu.

Sumber pertama adalah hadiah lomba.

Hampir setiap bulan ada lomba lari digelar di Indonesia, mulai dari lomba level dunia dengan peserta belasan ribu orang dan datang dari berbagai Negara, hingga di tingkat lokal yang berpeserta ratusan orang. Besar hadiah pun beragam, Rp 10 juta hingga ratusan juta untuk pemenang kategori utama.

Salah satu lomba bergengsi yang sebentar lagi berlangsung adalah Mandiri Jakarta Marathon. Pada 2016 lalu, peserta Jakarta Marathon mencapai 16 ribu orang, datang dari sejumlah Negara. Pemenang kategori utama, Full Marathon Terbuka di tahun 2015 mendapatkan hadiah Rp 250 juta. Pada 2016 jumlah hadiah turun drastis, hanya Rp 20 juta. Selain full marathon, Mandiri Jakarta Marathon juga melombakan kategori Half Marathon, 10 K, 5K dan lomba khusus untuk anak-anak Marathoonz Open. Kita berharap, besar hadiah Jakarta Marathon 2017 akan kembali seperti 2015 (akan diumumkan di https://thejakartamarathon.com).

Pemenang lomba bergengsi tingkat dunia pasti kaya raya. Pelari Kenya, Wilson Kipsang mendapatkan sekitar Rp 5,6 miliar dari 6 balapan di seri Marathon bergengsi. Itu belum termasuk hadiah yang jauh lebih besar jika pecahkan rekor, juga belum terhitung bonus dari sponsor. Pada 2014 silam, Kipsang meraih sekitar Rp 2 miliar karena menang dan pecahkan rekor di London Marathon.(3)

Data diolah dari berbagai sumber. Foto: Mandiri Jakarta Marathon. thejakartamarathon.com
Data diolah dari berbagai sumber. Foto: Mandiri Jakarta Marathon. thejakartamarathon.com

Sumber penghasilan kedua adalah gaji atau honoriarium ketika dilibatkan di dalam pelatda atau pelatnas.

Pelatda dan pelatnas diselenggarakan untuk mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan bergengsi masing-masing cabang olahraga atau even olahraga umum seperti PON, SEA GAMES, Asean Games, dan Olympiade.  Atlet yang masuk pelatda atau pelatnas dikontrak dalam jangka waktu 6-12 bulan (4) dan mendapatkan gaji (honorarium) di luar akomodasi (makan dan penginapan).

Gaji atlet pelatda dan pelatnas memang tergolong kecil.  Untuk daerah makmur seperti Jawa Barat saja, honor atletnya berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta per bulan (5). Untuk pelatnas, berdasarkan  S-217/MK.02/2017, honor atlet pada 2017 sebesar Rp 10 juta per bulan bagi atlet utama. (6)

Sumber penghasilan ketiga berupa bonus atas prestasi dari pemerintah.

Negara peserta even olahraga internasional umumnya memberi insentif berupa bonus khusus kepada atlet peraih medali.

Kanada memberikan bonus kepada atlet peraih medali Olympiade, mulai dari $10,000 (Rp 130 juta) untuk medali perunggu hingga Rp 260 juta untuk medali emas. Bonus Rp 65 juta juga diberikan kepada atlet yang berhasil menempati posisi 5 besar dalam even internasional. Serupa itu, AS menghadiahi atletnya Rp 325 juta, Rp 195 juta, dan Rp 130 juta  jika berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam Olympiade.

Negara-negara kecil lebih hebat lagi. Azerbaijan membayar sekitar Rp 6,6 miliar kepada peraih emas Olympiade. Singapura bahkan memberikan bonus hingga Rp 10 miliar kepada peraih emas Olympiade London.(7)

Pemerintah Indonesia tidak ketinggalan. Peraih emas nomor individu pada SEA Games 2017 diganjar bonus Rp 200 juta, sementara peraih medali perak dan perunggu masing-masing mendapat Rp 100 juta dan Rp 60 juta.(8)

Itu belum termasuk hadiah dari pemprov tempat asal atlet bersangkutan dan dari organisasi induk cabang olah raga. Pemerintah NTB misalnya, menghadiahi atlet SEA Games asal provinsi itu Rp 50 juta untuk peraih medali emas, Rp 35 juta peraih medali perak, dan Rp 25 untuk medali perunggu.(9) Persatuan Atletik Seluruh Indoneisa (PASI) menghadiahi pemecah rekor nasional pada even olahraga nasional dan internasional sepanjang 2016-2017 dengan tabungan sebesar Rp 100 juta untuk atlet senior, Rp 60 juta untuk U-20, dan Rp40 juta untuk atlet U-18.(10)

Jika dijumlahkan, peraih medali emas SEA Games 2017 bisa mengumpulkan hadiah hingga Rp 350 juta per medali. Ini belum termasuk rencana insentif berupa pengangkatan pegawai di BUMN dan instansi pemerintah atau hadiah rumah KPR.

Sumber penghasilan terbesar atlet adalah dari kontrak sponsorship.

Atlet yang sering menjuarai lomba, terutama even bergengsi adalah kekasih media massa dan karena itu bagus dijadikan ikon atau duta produk dan perusahaan. Perusahaan akan menawarkan kontrak sponsorship bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah kepada mereka agar bersedia menggunakan produk dan terlibat di dalam even yang diselenggarakan perusahaan.

Usain Bolt mendapatkan bayaran total 20 juta dollar AS (Rp 260 miliar) per tahun dari 5 sponsor (Puma, Visa, Gatorade, Nissan, Hublot, dan Virgin Media); Kim Yuma (Korea Selatan) Rp 117 miliar dari Kookmin Bank, Nike, Korean Air, Hyundai ; semetara pelari AS, Michael Phelps meraih Rp 91 miliar dari Speedo, Visa, Omega, and Under Armour. (10).

Pelari Jamaika, Usain Bolt. Sumber: corrieredellosport.it
Pelari Jamaika, Usain Bolt. Sumber: corrieredellosport.it

Pertanyaannya kemudian, bagaimana bisa jadi pelari yang sukses?

Tips pertama adalah  "... membuat atletik ini sebagai hobi. ... kegiatan manusia sehari-hari ini pada dasarnya adalah latihan atletik. Jalan, lari, melompat, dan melempar itu kan kegiatan sehari-hari yang paling mudah," kata pemegang lima Rekor Nasional 10K yang tak terpecahkan sejak era 1980an, Eduardur Nabunome. Pak Edu usulkan itu sebagai strategi mendapatkan bibit atlet atletik masa kini (11).  Pak Edu berangkat dari pengalaman pribadinya, kebiasaan masa kecil menempuh perjalanan dari Camplong ke Kota Kupang, sekitar 45 km, dengan berlari.

Pelari legendaris asal Timor lainnya, Osias Kamlasi memberi tips serupa. Menurut pemecah rekor Sea Games 1991 di Filipina ini, faktor utama pembentuk dirinya sebagai atlet berprestasi adalah kebiasaan berlari 10 km ketika pergi dan pulang sekolah.(12) Memang, lari itu terutama soal stamina, dan stamina terutama adalah soal pembiasaan.

Tips kedua adalah bergabung di dalam klub atletik. Ada banyak klub atletik di kota besar dan kecil. Bergabung di dalam klub memberi 3 manfaat. Pertama, Anda mendapat pelatihan teknis lari yang efektif dari pelatih dan rekan berpengalaman. Lari jarak pendek (sprint), jarak menengah, dan jarak jauh (5K, 10K, Half Marathon, dan Marathon) tentu butuh teknik berbeda-beda.

Kedua, Anda mendapatkan komunitas sehobi yang memberi suport mental untuk mengalahkan hambatan-hambatan dalam diri seperti rasa malas dan jenuh. Ketiga, bergabung di dalam klub akan meningkatkan kesempatan Anda mendapatkan sponsor sebab klub atletik adalah salah satu tempat utama yang didatangi sponsor dan pencari bakat.

Tips ketiga adalah terlibat di dalam even-even lomba lari. Manfaat pertama terlibat even adalah menguji capaian dari latihan dan kebiasaan rutin yang sudah Anda tekuni. Kedua, selain meraih hadiah, memenangkan even lomba lari adalah cara paling mudah memasukan diri ke dalam jangkauan radar sponsor.

Menguasai Saham Bank Mandiri

Bukankah potensi pendapatan atlet lari sebenarnya lumayan besar? Bukankah oleh murah dan mudahnya, setiap orang berkesempatan menjadi atlet dan memenangkan lomba?

Lalu mengapa banyak kisah atlet tidak sejahtera? Biasanya itu terjadi di hari tua mereka, ketika usia menjadi penghambat prestasi. Maka agar tidak susah di hari tua, para atlet perlu belajar mengivestasikan uang hadiah yang diperoleh.

Anda tidak perlu sehebat para atlet Kenya dan Jamaika yang kaya raya itu. Cukuplah seperti atlet-atlet SEA Games peraih medali yang bisa mendapatkan hingga Rp 350 juta dari satu even saja. Uang itu Anda investasikan pada saham, misalnya saham Bank Mandiri.

Dengan jumlah sebesar itu, Anda sudah bisa mendapatkan paling kurang 50.000 lembar saham Bank Mandiri (Rp 6.600 per lembar pada penutupan perdagangan 6 Oktober). Pada masa pembagian Deviden, Anda memperoleh kira-kira Rp 13 juta (Deviden Rp 266,27 per lembar saham dalam RUPS Maret 2017). Jika hal ini Anda lakukan selama 5 tahun, pada tahun keenam deviden Anda sudah bisa mencapai 70 juta per tahun. Semakin panjang Anda memupuk investasi dari hadiah lomba, semakin siap Anda menempuh hari tua yang sehat tubuh, sehat pula dompet.

Yuks, ikut berlari di Mandiri Jakarta Marathon akhir Oktober ini.


***

Tilaria Padika

07102017