Mohon tunggu...
Runtunan.id
Runtunan.id Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis artikel

"Makin aku banyak membaca, makin aku banyak berpikir; makin aku banyak belajar, makin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun."

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

5 Filosofi Jawa dan Artinya Bikin Hati Ayem

1 Juni 2022   18:59 Diperbarui: 1 Juni 2022   19:10 6533
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Sejak zaman dulu Indonesia terkenal memiliki peradaban yang tinggi, salah satunya diwakili oleh peradaban Jawa.

Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa daerah di Indonesia dengan jumlah penutur terbanyak. Hal ini tidak mengherankan mengingat asal usul bahasa Jawa yang cukup panjang.

Selain bahasa, filosofi Jawa juga menjadi peninggalan peradaban Jawa yang diwariskan hingga saat ini.

Filosofi Jawa ini sangat erat kaitannya dengan urusan kehidupan, namun sayangnya nilai-nilai tersebut mulai luntur akibat tergerus oleh pergaulan modern.

Agar kita tidak lupa dengan ajaran nenek moyang, berikut ini merupakan kumpulan filosofi orang Jawa tentang kehidupan yang disertai dengan arti dan penjelasannya.

1. Alon alon waton kelakon 

Yang artinya pelan-pelan saja yang penting selamat.Tentu hal ini mengajarkan kepada kita yang terpenting itu adalah keselamatan, jangan sampai mengejar sesuatu namun tidak memperhatikan keselamatan.

2. Sapa Nandur Bakalan Ngunduh

Yang artinya apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai. Memang seperti itulah kenyataannya, apa yang kita usahakan itu yang akan kita dapatkan.

3. Urip Iku Urup

Yang artinya hidup itu berkobar. Berkobar itu seperti kita bisa menyalakan, yang berarti kita harus bisa membantu orang lain atau Menjadi cahaya bagi orang dengan cara menebar kebaikan. Itulah hidup sesudungguhnya, bukankan manusia yang paling baik itu, mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun