Mohon tunggu...
Ruli
Ruli Mohon Tunggu... Lainnya - Gathering, sharing and make it happen

Mari tersenyum dan bangkit

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Lelah

4 Juni 2024   08:00 Diperbarui: 4 Juni 2024   08:13 64
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Raga menolak bersujud pada waktu
sendi tak kuat menahan ngilu
kini bahu tak seperti dulu
hanya sendu sedan dan suka duka ku

Sudah kering kantong air mata ku
usah lagi singgung ngilu luka yg lalu
luka tlah mengering menunggu gubahmu
kini sepi datang mengganti yang pergi
menyadari hari kian cepat berganti

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun