Mohon tunggu...
Tika Zulaikha
Tika Zulaikha Mohon Tunggu... Belajar menulis

Publikasi KKN MIT DR-XI UIN Walisongo S

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Mahasiswa KKN Lakukan Budidaya Sayur Alternatif Ketahanan Pangan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19

26 Januari 2021   13:35 Diperbarui: 28 Januari 2021   14:00 155 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mahasiswa KKN Lakukan Budidaya Sayur Alternatif Ketahanan Pangan Masyarakat di Era Pandemi Covid-19
Mahasiswa KKN UIN Walisongo sedang lakukan budidaya sayur media tanah dan hidroponik bersama masyarakat Ujungnegoro

Batang--Mahasiswa UIN Walisongo lakukan KKN Dari Rumah dengan  budidaya sayur media tanah dan hidroponik bersama masyarakat Desa Ujungnegoro pada Selasa (12/01). 

Wabah Covid-19 atau lebih familiar disebut sebagai virus corona beberapa bulan belakangan ini ramai diperbincangkan. Virus yang berasal dari Wuhan Cina tersebut sudah menyebar hampir keseluruh negara didunia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, meskipun pemerintah tidak memberlakukan lockdown namun beberapa wilayah inisiatif memberlakukan lockdown secara personal. Baik pemerintah, gubernur, walikota, kepala desa dan berbagai lapisan masyarakat bekerjasama memotong rantai hidup virus. Selain menimbulkan banyak korban jiwa, Virus Corona juga menyebabkan kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat terganggu. Apalagi setelah pemerintah memberlakukan Social distancing, mulai dari sekolah, kerja dan kegiatan lain dilakukan dirumah. Hal tersebut berdampak pada tatanan sosial ekonomi pada negara terdampak.

Ujungnegoro merupakan salah satu Desa yang dijadikan sebagai wilayah pembangunan proyek PLTU. Adanya proyek tersebut menjadikan ekonomi masyarakat tumbuh.  Sejak adanya wabah Virus Corona bardampak pada kelangsungan proyek. Per-20 April 2020 beberapa PT yang menangani proyek tersebut memPHK karyawannya karena antisipasi akan adanya penularan virus.

Masa berlaku kontak yang habis tersebut menjadikan banyak karyawan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Banyak waga yang mengeluh karena warungnya sepi, penghasilan berkurang dan pemilik kos sudah tidak punya pendapatan karena tidak ada yang menyewa kamarnya. Sebagian masyarakat lokal yang berkerja di proyek dan di PHK juga terdampak, mereka yang sebelumnya punya penghasilan bulanan secara spontan menjadi pengangguran. Masyarakat harus memutar otak untuk bertahan ditengah tuntutan ekonomi dan situasi yang serba susah seperti sekarang ini. Banyaknya karyawan yang dirumahkan dan adanya aturan PSBB dari pemerintah mengharuskan masyarakat mandiri dalam hal pangan dan kebutuhan rumah tangga sehari hari.

Kemandirian pangan dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai bahan pangan seperti sayur, ubi dan lain --lain. Karakteristik masyarakat Indonesia yang memiliki lahan pekarangan di sekitar rumahnya dapat digunakan sebagai media untuk bercocok tanam dimasa pandemi, apalagi masyarakat pedesaan yang mana masih memiliki lahan luas dan pekarangan pada tiap rumahnya.

Menanggapi kondisi masyarakat sekitar, mahasiswa UIN Walisongo yang sedang melaksanakan KKN Dari Rumah salah satunya menyasar pada ketahanan pangan yang dibutuhkan masyarakat di tengah pandemi. Bersama masyarkat Desa Ujungnegoro melakukan kegiatan produktif bercocok taman sayuran di rumah. Sayur yang ditaman ada berbagai macam diantaraya sawi, bayam, kangkung, tomat, cabai dan ubi.

Royali, salah satu masyarakat Desa Ujungnegoro menjelaskan kegiatan bercocok tanam tersebut mampu menekan pengeluaran rumah tangga.

 "Selain menyehatkan, sayur merupakan kebutuhan yang diperlukan untuk konsumsi sehari-hari. Sayur cocok untuk menunjang kesehatan dan juga lebih hemat, jika perlu tinggal petik" ungkapnya.

Kebutuhan pangan rumah tangga dibutuhkan setiap hari sedangkan di era pandemi sepert saat ini  kegiatan social ekonomi masyarakat serba terbatas. Maka dari itu masyarakat harus memikirkan bagaimana agar kebutuhan dasar rumah tangga tetap berjalan namun pengeluaran untuk kegiatan konsumsi dapat ditekan. Oleh karena itu budidaya sayur dipekarangan rumah merupakan salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

(Nurul Istikomah)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x