Hiburan

Resensi 3600 Detik

30 Oktober 2015   22:16 Diperbarui: 30 Oktober 2015   22:16 10324 1 1

a. Judul Resensi : 3600 Detik
b. Data identitas Buku
 1. Judul : 3600 Detik
 2. Pengarang : Charon
3. Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
4. Cetakan : Cetakan kelima : Maret 2011
5. Ukuran : 13,5 cm x 20 cm
6. Tebal : 208 halaman
7. Harga : Rp. 30.000
c. Isi Resensi


I. Pendahuluan
• Memperkenalkan pengarang
Charon lahir di sukabumi tepatnya di bulan juni. Charon pernah menempuh pendidikan di Jurusan Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara, angkatan 2002. Sekarang tinggal di sukabumi bersama orang tuanya.
Selain novel 3600 detik ini. Charon juga menulis novel lain yaitu 7 hari menebus waktu, 9 misi sang penjaga. Tapi untuk waktu sekarang belum berniat untuk menulis novel lagi karena kesibukan bekerjanya yang sangat menyita waktu.
• Membandingkan dengan novel lain
Charon mampu membuat pembaca mengalami perasaan senang, kecewa, marah setah membacanya. Novel ini menarik untuk dibaca.
• Memaparkan Keunikan Novel
Novel ini mempunyai tema yang unik, mampu membuat pembaca larut dalam cerita, dan novel ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu,. Jalan ceritanya tersusun rapi, novel ini juga mempunyai pesan moral yang tinggi.
• Tema Novel
Menceritakan tentang kisah hidup Sandra yang berubah drastis setelah ayah dan ibunya bercerai. Dan ayahnya memutuskan untuk ia tinggal bersama ibunya padahal selama ini Sandra tidak dekat dengan ibunya, sehingga itu membuat Sandra menjadi sosok ramaja yang bandel. Namun, akhirnya datanglah Leon yang mampu merubah Sandra menjadi lebih baik lagi.
• Kritik terhadap kelemahan buku
Menurut saya, jalan ceritanya mudah sekali untuk ditebak, kejadiannya terlalu singkat dan kurang dijelaskan secara rinci, permasalahan dalam novel ini terlalu sedikit dan sederhana. Sehingga novel ini terkesan sedikit tidak seru bagi pembaca.
• Kesan terhadap buku
Novel ini menarik untuk dibaca, dapat membuat pembaca larut dalam ceritanya. Menceritakan tentang persahabatan.


II. Tubuh/ isi
• Sinopsis
Sandra yang hidupnya sangat berantakan akibat perceraian kedua orang tuanya.dan hatinya semakin hancur ketika ayahnya memutuskan agar Sandra tinggal bersama ibunya, yang selama ini tidak pernah dekat dengannya. Itu yang membuat Sandra berubah menjadi remaja yang bandel, urakan, dan tidak sopan. Berulang kali Sandra dikeluarkan dari sekolah karena kenakalannya.
Walaupun dengan sikap dingin yang ditunjukkan pada ibunya, sang ibu tetap sayang padanya. Dan ibunya memutuskan untuk pindah kota. Menurut ibunya, mungkin suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku putrinya. Namun di sekolah baru, Sandra sudah bertekad untuk membuat dirinya dikeluarkan lagi. Ia bertekad akan membuat ulah agar para guru tidak tahan dengan kelakuannya. Ternyata pikirnya salah. Pak Donny, sangat sabar menghadapi Sandra. Pak Donny berpendapat, mengeluarkan Sandra berarti menuruti keinginannya.
Di sekolah yang baru, Sandra bertemu dengan seorang laki-laki yang bernama Leon. Sandra sering membuat ulah ketika berada di sekolah seperti, merokok, membuat contekan, mencuri, dan berani memcaci maki gurunya sendiri. Leon sering menasehati Sandra. Namun, Sandra tetap tidak mau mendengarkan Leon.
Sandra berhasil bertahan lebih dari sebulan di sekolah barunya itu. Lambat laun sifatnya pun mulai berubah. Ternyata purubahan Sandra dikarenakan adanya Leon di sekolah itu. Walaupun sifat mereka berbeda seratus delapan puluh derajat, mereka bisa berteman sangat akrab.
Pada suatu hari Sandra mengantarkan Leon yang sedang pingsan untuk ke rumah sakit. Dan Sandra pun mendapati sebuah nama di sebuah papan daftar pasien. Dan disana tertulis “Ny Widia” itu adalah ibu kandungnya sendiri. Sandra memutuskan untuk menjenguk ibunya, ibunya pun merasa senang dan tersenyum karena Sandra menyempatkan waktunya untuk menjenguk ibunya.
Namun, Sandra tetap berlaku kasar kepada ibunya. Ia bilang ia menjenguk kesini hanya untuk mengantarkan temannya yang sedang sakit, bukan untuk menjenguk ibunya. Hati ibunya pun merasa sakit sekali. Dan Sandra pun meninggalkan ibunya begitu saja di kamar rumah sakit.
Keesokan harinya Sandra menemani Leon untuk menjalani operasi. Leon langsung dibawa ke ruangan operasi. Tidak sampai lima menit, dokter pun menyatakan bahwa Leon sudah meninggal. Sandra tidak percaya Leon sudah tiada padahal 3600 detik yang lalu, mereka masih bersenang-senang tanpa beban apapun.
• Keunggulan
Novel ini, mampu membawa pembaca masuk kedalam cerita novel ini dan pembaca larut dalam emosi disetiap permasalahan yang ada. Novel ini mengajarkan kita arti sebuah persahabatan, mengetahui betapa besarnya rasa cinta yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya. Novel ini juga mempunyai pesan moral yang tinggi.
• Kelemahan
Jalan ceritanya mudah untuk ditebak oleh pembacanya, permasalahan pada novel cenderung sedikit dan terdapat kesan yang kurang unik pada novel ini.
• Rumusan Kerangka Novel
Sandra sudah tidak mau memedulikan apa pun lagi semenjak ayahnya bercerai dengan ibunya setahun lalu. Padahal ia sangat dekat dengan ayahnya.
Pribadi Sandra berubah total, dia mulai membolos sekolah, belajar merokok, pergi kelab sampai dini hari. Padhal dulu Sandra adlah anak yang berprestasi dan peduli pada orang lain.
Ibunya memutuskan untuk pindah ke luar kota, ibunya beranggapan bahwa dengan suasana lingkungan baru akan merubah Sandra secara perlahan,tapi Sandra belum juga bisa berubah, dia masih suka membolos, merokok, bahkan berani membentak gurunya.
Semenjak kedatangan Leon sedikit demi sedikit sifat sandra mulai berubah. Sandra dan Leon akhirnya bis menjadi sahabat.
Sandra mulai mengetahui penyakit yang dimiliki oleh Leon, pada suatu saat Leon mengutarakan keinginannya, yaitu ingin hidup normal seperti Sandra. Akhirnya Sandra memberi kesempatan untuk merasakan untuk merasakan kehidupan normal selama 3600 detik.
Ketika Leon sudah tiada. Sandra tidak percaya bahwa Leon sudah tiada padahal 3600 detik yang lalu,mereka masih bersenang-senang tanpa ada beban.
Setelah setahun berlalu, Sandra sudah berubah menjadi lebih baik lagi, Sekarang Sandra sudak kuliah mengambil jurusan Kedokteran supaya bisa menyembuhkan orang-orang seperti leon
• Tinjauan Bahasa
Menurut saya bahasa yang digunakan pada novel ini sudah cukup baik dan mudah dipahami oleh pembaca.


III. Penutup
Menurut saya, novel ini cukup baik untuk menjadi bahan bacaan disaat waktu luang. Karena ceritanya yang cukup menarik untuk dibaca, dapat mengerti arti persahabatan, dan dapat mengetahui betapa besarnya rasa sayang yang diberikan oleh orang tua (ibu) kepada anak walaupun sang anak tidak menghormatinya.