Mohon tunggu...
tika habeahan
tika habeahan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Be do the best

MENJADI BERKAT BAGI SESAMA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Perihal Luka

9 November 2022   13:42 Diperbarui: 9 November 2022   14:23 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rintik netra itu kian menghujam

Menerpa  pipi hingga basah kuyup 

Oleh kenangan yang sulit dilupakan.

Aku masih mencoba merapikan sisa lembaran yang kurobekkan di sudut malam, 

Saat malam berbicara dengan keheningan atas apa yang terjadi di antara kita; perpisahan.

Kutemukan soal-soal lapuk yang sempat kutanyakan kepadamu 

Yang kemudian membuatmu diam membisu, 

Rasa itu semakin rentan untuk dikenang, menunggu waktu datang kemudian tertelan.

Segala hal yang bertalian kuat denganmu masih saja gagah menguasai kepala, 

Menggangguku saat gulita sampai-sampai melahirkan sebuah ingin yang tak pernah kuharapkan, 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun