Mohon tunggu...
Kurnia Nasir
Kurnia Nasir Mohon Tunggu... musikus jalanan

musikus jalanan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Apa Penjamin Kedamaian Kita?

20 Agustus 2019   21:24 Diperbarui: 21 Agustus 2019   16:47 0 0 0 Mohon Tunggu...
Apa Penjamin Kedamaian Kita?
gitablog

Suasana Asia Timur atau tepatnya Asia Tenggara sangat kacau ketika tahun 1945. Tahun itu Jepang yang menjajah beberapa negara di Asia termasuk Korea, Filipina, Myanmar dan Indonesia  harus bertekuk lutut dan menyerah pada sekutu yang menghancurkan dua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atom secara beruntun.

Jepang selama awal  tahun itu harus menghadapi serbuan Sekutu, memang dalam keadaan yang lemah dan mereka merasa  bahwa kekalahan di ambang pintu.  Beberapa bulan sebelumnya, pemerintah Jepang di Indonesia mengizinkan kemungkinan pembentukan suatu Panitia yang menyiapkan kemerdekaan Indonesia. 

Mula-mula Panitia itu bernama BPUPKI kemudian mengerucut tugasnya dan panitia itu dinamakan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dalam kepanitian itu, Soekarno, Hatta, Syahrir dll mengambil peran penting  untuk mengkonsep negara dan menyodorkannya kepada pihak Jepang. Tak kurang seorang Soekarno pergi ke Jepang untuk mematangkan konsep itu. Awalnya, Jepang memberi prakiraan bahwa kemerdekaan akan diperoleh Indonesia sekitar September atau Oktober.

Tetapi bom atom yang meledak dahsyat di Hiroshima dan Nagasaki mengubah semuanya. Sehingga moment penting itu terjadi Agustus.  Tercatat Laksamana Maeda yang berkedudukan di Jakarta membuka pintu bagi detik-detik terakhir bagi tim persiapan kemerdekaan Indonesia.

Saat tim persiapan kemerdekaan membuat konsep menuju kemerdekaan termasuk Pancasila yang merupakan dasar negara, mereka menampung banyak pemikiran dari banyak perwakilan masyarakat. Mulai dari Aceh sampai Papua, meskipun tidak benar-benar lengkap. Komunikasi pada masa itu belum sebaik sekarang, tetapi mereka adalah representasi terbaik Indonesia pada masa itu.

Pancasila mengandung banyak sendi kehidupan berbangsa di Indonesia. Mulai dari aspek religius (sila pertama), relasi antara personal  (sila kedua), konsep persatuan dalam berbangsa (sila ketiga), konsep musyawarah atau dialog (sila keempat) dan aspek keadilan dan kesejahteraan  (sila kelima)

Sila-sila itu sudah melalui penggodokan yang cukup alot  dari semua panitia persiapan kemerdekaan dan beberapa perwakilan daerah. Ketuhanan  misalnya, adalah aspek yang cukup keras diperdebatkan, sehingga konsep yang sekarang adalah konsep terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia dan sudah mewakili semua aspek dari masyarakat Indonesia, termasuk soal keadilan (hukum), kesejahteraan (pekerjaan), musyawarah mufakat (dialog dan dialektika) dll.

Karena itu, kita harus respek dan selalu ingat bahwa Pancasila adalah landasan terbaik bagi bangsa Indonesia. Dia diambil dari nilai-nilai luhur Indonesia dengan segala keikhlasan seluruh masyarakat sehingga bisa menjamin kedamaian, keadilan dan kesejahteraan Indonesia sampai selamanya.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x