Thurneysen Simanjuntak
Thurneysen Simanjuntak Guru

Memikirkan alasan harus menulis lebih penting daripada memikirkan cara menulis. Tetapi memulai menulis itu ternyata jauh lebih penting dari keduanya. Sebab dengan memulai menulis maka kedua hal itu pun akan kamu pahami. (thurprosmart@gmail.com)

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Bukber dan Ngobrol Santai Bareng Jokowi

13 Juni 2018   19:59 Diperbarui: 13 Juni 2018   20:00 508 0 0
Bukber dan Ngobrol Santai Bareng Jokowi
Dokpri

Tahun ini terasa lebih spesial. Sebelumnya tidak pernah menduga akan dapat undangan istimewa dari orang nomor satu di negeri ini (RI-1), tepatnya melalui sebuah komunitas penulis, Indonesia Social Bloggerpreneur (ISB).

Ternyata banyak rekan-rekan yang heran, koq bisa ya saya dapat undangan spesial menghadiri ngobrol santai dan buka bareng bersama Jokowi?

Dokpri
Dokpri
Padahal saya bukan siapa-siapa. Saya hanyalah seorang guru dan blogger.

Nah, disitulah saya justru mensyukuri menjadi seorang penulis (blogger). Sesungguhnya terlalu banyak kejutan dan kesempatan yang saya peroleh ketika terjun menjadi penulis. Salah satunya, peristiwa tanggal 23 Mei itu.

Walaupun rumah saya jauh dari Cikarang (Bekasi) menuju kantor DPD Partai Golkar, Menteng, Jakarta Pusat, sebagai tempat diselenggarakannya acara "Buka Bareng dan Ngobrol Santai Masa Depan dan Konsep Indonesia 4.0". Tapi tidak surut niat saya untuk menghadiri acara tersebut sepulang kerja.

Tidak disangka dan diduga sebelumnya, macetnya dari Cikarang menuju ke Jakarta membuat saya akhirnya terlambat. Alhasil saya pun tidak diijinkan masuk oleh Paspampres. Walau berbagai alasan saya lontarkan dan menyebut bahwa saya adalah undangan. Tetap saja Paspampres tidak bergeming.

Saya pun paham, bahwa mereka sedang menjalankan tugas. Saya pasrah saja, tidak mungkin bisa bertemu Bapak Jokowi lagi. Dalam benak saya berpikir, sia-sia saja perjalanan jauh yang sudah saya tempuh.

Hanya, untuk menghindari kata sia-sia. Saya pun manfaatkan untuk mendengarkan pemaparan Bapak Presiden Jokowi tentang Indonesia 4.0 dari luar pagar kantor DPD Golkar. Kebetulan di halaman kantor tersebut ada LCD yang lumayan gede yang bisa disaksikan dari luar.

Tapi ternyata kesempatan masih berpihak kepada saya, akhirnya dua panitia penyelenggara keluar menuju ke arah kami yang datang belakangan. Panitia kemudian membuka buku daftar undangan, ternyata mereka pun menemukan namaku. Hati pun lega. Saya pun bisa mengikuti rangkaian acara yang masih berlangsung.

Melalui kegiatan ini, saya pun bisa melihat langsung semangat dan antusiasnya seorang presiden menyampaikan visinya tentang Making Indonesia 4.0. Wajar saja saya sebagai rakyatnya pun tertular semangat tersebut.

Selanjutnya, bisa menyaksikan betapa mudahnya rakyat bisa bertemu dengan pemimpinnya, seolah tanpa batas. Sebelumnya, tidak pernah membayangkan bahwa rakyat biasa seperti saya bisa bertemu langsung dengan seorang presiden.

Setelah pertemuan tersebut, sebagai seorang guru dan blogger tentu berkomitmen untuk mendukung pemerintah (siapa pun orangnya) asal itu demi visi besar negara ini, demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Salam Indonesia 4.0