Thurneysen Simanjuntak
Thurneysen Simanjuntak Guru

Finalis Lomba Artikel Ilmiah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mari Ceriakan Kehangatan Keluarga dengan Kebersamaan dan Kasih Sayang

14 Februari 2018   00:34 Diperbarui: 14 Februari 2018   05:24 308 0 0
Mari Ceriakan Kehangatan Keluarga dengan Kebersamaan dan Kasih Sayang
Dokumentasi pribadi

Kamu tidak bisa memilih keluargamu. Mereka adalah anugerah Tuhan untukmu, seperti kamu (anugerah) untuk mereka.

~ Desmon Tutu ~

Sependapat dengan quotes tersebut. Bahwa, siapapun orangnya tidak akan mungkin memilih akan dilahirkan di keluarga mana. Siapa yang menjadi orangtuanya ataupun saudara-saudaranya.

Seseorang hanya bisa memilih untuk hidup bahagia bersama keluarganya atau tidak. Memilih momen kehangatan atau merasa terasing dari perkumpulan keluarga. Memilih untuk mau berbagi bersama anggota keluarga atau memikirkan kepentingan diri sendiri. Tertawa dan bercanda bersama keluarga atau merasakan kesepian ditengah-tengah keramain keluarga.

Sesungguhnya bagaimana keadaan keluarga kita, semuanya itu tergantung pada sikap setiap anggota keluarga yang berada di dalamnya. Atau lebih sederhananya lagi, tergantung pada diri kita masing-masing dalam menjalankan peran kita di dalam keluarga. Sebagai ayah, berlakulah sebagai ayah yang menjadi panutan dan imam. Atau sebagai ibu, berlakulah sebagai ibu yang menularkan kasih sayang dan mendampingi anak dengan tulus. Bahkan sebagai anak, berlakulah sebagai anak yang menghormati kedua orangtua dan saudara-saudaramu.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Untuk itu, setiap keluarga mestinya melihat keluarga sebagai sebuah anugerah yang Tuhan berikan. Ketika kita bisa melihat hal itu, maka disitulah kita akan dapat menghargai dan menjaga nama baik keluarga. Menerima kekurangan dan kelemahan setiap anggotanya. Mampu saling bersinergi dan mendukung untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan keluarga tersebut. Berbagi cerita pengalaman, baik suka dan duka. Hingga saling menguatkan dan menopang satu dengan yang lainnya.

Melalui tulisan ini, saya tidak sedang dalam rangka menggurui. Apalagi menghakimi. Tapi melalui tulisan ini, kita bisa berbagi bersama. Sebab setiap orang yang memiliki keluarga, tentu memiliki pengalaman masing-masing. Sudah barang tentu setiap pengalaman tersebut unik dan berharga. Dengan begitu, mari kita saling berbagi dan jadikan sebagai pembelajaran maupun sarana untuk inspirasi. Terutama hari ini, ketika sebagian besar merakayakan hari kasih sayang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan valentine day.

Walau sesungguhnya, momen kasih sayang itu bukanlah sebuah musim, yang hanya terjadi sekali setahun. Tapi baiklah hari ini kita jadikan sebagai tonggak untuk mengingatkan tentang pentingnya kasih sayang dengan sesama, secara khusus kasih sayang bersama keluarga.

Dengan momen hari kasih sayang ini pula, kita berkomitmen untuk menceriakan kehangatan keluarga setiap harinya. Menciptakan keharmonisan dan kedamaian dalam kondisi bagaimanapun. Sehingga setiap anggota keluarga merasa betah, aman dan nyaman berada di rumah atau lingkungan keluarga.

Bagi keluarga kami, setidaknya ada banyak cara yang kami lakukan untuk tetap menceriakan kehangatan keluarga. Walaupun terkadang bukan perkara mudah dan mulus. Terkadang ada saja tantangan yang harus dihadapi. Tapi kami setiap hari selalu belajar kemudian melakukan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kegagalan. Demikian pula seterusnya.

Adapun cara-cara yang sering kami lakukan untuk menceriakan kehangatan keluarga seperti hal-hal berikut. Pertama, melakukan doa atau ibadah bersama. Setidaknya dengan cara ini, rohani kami tetap bertumbuh, kasih dan berkat Tuhan tetap mengalir dalam keluarga. Dengan demikian, cinta kasih menjadi sesuatu yang menggerakkan keluarga, bisa saling memahami dan mengerti satu dengan yang lainnya. Saling mengampuni dan memaafkan ketika seseorang berbuat kesalahan atau kekeliruan.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Kedua. Mengusahakan untuk menciptakan momen bersama baik di rumah ataupun di luar rumah. Salah satu yang kami lakukan misalnya, menikmati makan bersama. Bahkan tidak jarang kami mencari suasana tempat makan yang bisa membangunkan rasa kebersamaan, di tempat tersebut bisa bersantai dan berbagi cerita. Kami pun telah menemukan tempat tersebut, suasana angin sepoi dan berada di gubuk yang ada di atas danau buatan. Tempat  demikian pun menjadi tempat yang disenangi oleh keluarga kami. Momen yang demikian ternyata membuat semakin akrab dan penuh kehangatan.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi

Ketiga. Bermain bersama dengan anak-anak. Melalui permainan tersebut, anak-anak tentu akan merasakan kehadiran orangtua disisinya. Merasakan kepedulian atas kebutuhan utama mereka, yakni bermain.

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi pribadi
Keempat. Berbelanja bersama. Momen ini ternyata mampu menanamkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab. Tidak jarang kami membagi tugas saat berbelanja. Misalnya saya mencari barang ini, istri mencari yang itu. Sementara anak juga terlibat mencari barang-barang yang sesuai kebutuhannya. Artinya, semua terlibat dan merasakan senang berbelanja. Alhasil belanja pun lebih bisa cepat terselesaikan.

Kelima. Kami juga sering mencari tempat rekreasi yang murah meriah. Tempat yang memiliki ruang terbuka luas. Tempat yang demikian dapat kami manfaatkan untuk berkejar-kejaran sambil tertawa puas.

Keenam. Kami orangtua mencoba menjadi teladan atau model bagi anak-anak. Menunjukkan bahwa apa yang kami lakukan harus sesuai dengan apa yang kami ucapkan alias berintegritas. Langkah ini tentu akan menanamkan rasa percaya dan keterbukaan.

Ketujuh. Masak bersama. Tidak kalah menarik ternyata momen yang satu ini. Semua bisa mengambil peran sesuai dengan pilihan masing-masing. Biasanya istri yang memasak, sementara saya dan si sulung biasanya dapat jatah untuk motong sayur dan mengiris bawang.

Itulah beberapa aktivitas dan kebiasaan yang kami lakukan untuk menceriakan kehangatan keluarga. Untuk mewujudkan kehangatan keluarga ternyata tidak harus mahal loh! Bahkan sering kita melakukannya tanpa modal, hanya butuh modal kasih sayang saja.

Nah, bagaimana dengan pengalaman Anda? Yuk ditunggu ceritanya ya! Dan mari kita maknai hari kasih sayang ini sebagai wujud cinta sejati kita terhadap keluarga kita masing-masing.

Selamat Hari Kasih Sayang