Thurneysen Simanjuntak
Thurneysen Simanjuntak Guru

Aktif sebagai praktisi pendidikan. Tertarik di dunia pengembangan diri, marketing, perencanaan keuangan dan penulisan. Sebagian tulisan saya ada di www.thurprosmart.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Guru yang Menginspirasi, Guru di Atas Garis

15 November 2017   04:36 Diperbarui: 15 November 2017   08:24 438 4 6
Guru yang Menginspirasi, Guru di Atas Garis
Dokpri

The mediocre teacher, tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires."  (William Arthur Ward)

Sebagai seorang guru sepakat dengan kata bijak di atas. Bahwa guru yang bisa memberitahu itu adalah guru biasa. Guru yang bisa menjelaskan itu adalah guru baik. Guru yang bisa menunjukkan itu adalah guru unggul. Sementara guru yang bisa menginspirasi adalah guru luar biasa.

Menjadi sosok guru yang bisa menginspirasi itu adalah harapan dari setiap orang. Hanya kenyataannya jauh lebih mudah mencari guru yang hanya bisa memberitahu, menjelaskan dan menunjukkan sesuatu kepada siswa.

Sejatinya seorang guru memang harus menjadi sosok yang mampu menginspirasi siswa didiknya. Dengan demikian, siswa bisa tergerak melakukan sesuatu, termasuk dalam hal berkreasi dan melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Sebagai seorang guru, saya pun harus terus belajar untuk bisa menjadi guru yang demikian. Kalau meminjam istilah Ki Hajar Dewantara, bahwa guru harus menjadi guru yang "Ing Madya Mangun Karsa", yakni guru yang hadir dan berada ditengah-tengah siswanya untuk membangunkan karsa mereka.

Dalam hal menginspirasi tersebut, salah satu cara yang sedang saya lakukan dua tahun terakhir yakni bagaimana siswa mau memanfaatkan potensi yang ada di dalam dirinya serta menggugah keberanian untuk menuangkan ide dan gagasan mereka dalam bentuk tulisan di blog.


Dokpri
Dokpri

Melalui sebuah ekstrakurikuler di sekolah, setidaknya ada sekitar puluhan orang saat ini yang sedang saya bimbing untuk berani menulis, berharap mereka keluar dari zona keraguan untuk berkarya dalam tulisan. Dengan begitu mental block mereka dalam menulis selama ini bisa ditanggalkan.

Menariknya, beberapa dari mereka sudah mulai menunjukkan prestasi dalam beberapa lomba blog. Bahkan sebagian besar dari mereka telah rutin menulis di blog masing-masing.

Tentunya untuk menginspirasi dalam hal menulis itu, akan jauh lebih hidup dan nyata ketika saya sebagai guru (pembimbing) juga membagikan berdasarkan pengalaman dan kisah saya dalam menulis.

Ternyata menjadi guru yang memberikan contoh akan jauh lebih memiliki pengaruh daripada hanya menginstruksikan semata. Untuk itulah saya tetap proaktif, konsisten dan disiplin untuk berkarya dalam tulisan. Setidaknya dua tahun terakhir telah banyak prestasi yang saya torehkan dalam dunia menulis. Bagi saya, prestasi itu bukan milik saya sendiri. Tapi menjadi saluran inspirasi bagi orang lain.

Saya ingin menjadi guru yang GueBeda, guru yang memiliki nilai tambah. Kalau kata temanku, Sabam Silaban (seorang penulis buku) menggunakan istilah guru yang demikian adalah guru di atas garis. Artinya, hadir di depan kelas bukan sekedar mengajarkan pengetahuan semata. Tetapi mencoba menggugah mereka untuk bisa berkarya dan bermanfaat bagi orang lain melalui tulisan.

Mereka harus menyadari bahwa hidup ini bukan untuk diri sendiri. Kita harus rela berbagi, salah satunya berbagi pengalaman kita melalui tulisan. Sebab tanpa kita duga terkadang pengalaman kita itu pun bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi orang lain.

Itu salah satu cara saya menjadi guru yang GueBeda. Mencoba untuk lebih kreatif dan menginspirasi.

Tetapi ternyata untuk menjadi guru yang GueBeda itu banyak caranya loh. Bukan hanya bisa menulis dan menularkannya. Menjaga penampilan, kesehatan, dan tetap menjadi guru yang hangat juga adalah bagian dari guru yang GueBeda.

Dokpri
Dokpri

Untuk hal ini, saya tidak lupa menggunakan KayuPutihAroma. Sebelum berangkat menjalankan aktivitas mengajar, terkadang saya awali dengan mengoleskan KayuPutihAroma ke bagian tubuh tertentu. Tanpa kuatir dengan aromanya. Sebab minyak kayu putih aroma terapi sekarang jelas berbeda dan kekinian. Aromanya pun memiliki beberapa varian. Selengkapnya bisa Anda saksikan pada video berikut.


Dalam tulisan saya terdahulu, saya pernah memaparkan tentang varian dari KayuPutihAroma. Melalui tulisan ini saya ingin mereview kembali bahwa minyak KayuPutihAroma Cap Lang ternyata ada 4 varian. 

  • Green Tea. Salah satu kandungannya adalah theobromine yang bersifat diuretik dan merangsang jantung. Disamping itu dapat melegakan otot pada sistem pernapasan dan tentu dapat mencegah batuk. Serta mengandung asam amino L-Theanin yang dapat meningkatkan mood, memori dan konsentrasi. 
  • Rose. Varian ini sendiri ternyata mengandung Graniola yang dapat memberikan aroma pada bunga mawar. Jadi untuk tubuh kita tentu ini dapat mengurangi rasa penat.
  • Lavender, dapat memperlancar sirkulasi darah karena sifatnya membawa oksigen dan nutrisi yang cukup ke sel dalam kulit. Lavender dapat juga membuat kulit kita jadi lebih rileks dan mengurangi peradangan yang merupakan penyebab penuaan.
  • Natural. Bagi yang kurang berminat aroma yang Green Tea, Lavender dan Rose, silahkan memilih yang satu ini. Tentu manfaatnya sama halnya untuk menghangatkan dan menyehatkan tubuh. Bahkan kita juga tetap merasakan kealamiannya dan tentu memberi nuansa yang berbeda.

Pokoknya keempat varian ini akan membawa sensasi yang berbeda bagi Anda dan keluarga. Bisa digunakan dalam berbagai situasi. Apalagi pada situasi musim penghujan seperti sekarang, jangan pernah lupa menyediakannya di rumah bagi kehangatan anggota keluarga. Dan satu lagi, tentunya akan membuatmu lebih Be Creative, Be Different, dan BeYOUtiful.

Salam