Mohon tunggu...
T.H. Salengke
T.H. Salengke Mohon Tunggu... Petani - Pecinta aksara

Ora et Labora

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pendidikan "Living Curriculum" di Bumi Perkemahan, Perilaku Sederhana yang Berdampak Besar

29 Mei 2022   15:10 Diperbarui: 29 Mei 2022   18:38 128
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

BUMI PERKEMAHAN menjadi salah satu tempat internalisasi nilai-nilai kemandirian pada generasi muda bangsa. Kegiatan perkemahan, biasanya berlangsung dua atau tiga hari saja, namun kesannya sangat mendalam pada proses pendidikan nilai-nilai hidup bagi peserta didik Pramuka.

Hal itulah yang diharapkan oleh Gudep KBRI 001/002 KBRI Kuala Lumpur dalam membangun sumber daya manusia Indonesia di luar negeri, terutama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam jiwa remaja Indonesia di Malaysia

Gudep KBRI Kuala Lumpur baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan Perjumsami di Bumi Pekemahan milik Pengakap Malaysia, Rimba Templer, Rawang, Selangor. Menjalankan kegiatan Pramuka di lokasi bumi perkemahan milik Pengakap Malaysia juga menjadi upaya diplomasi dalam meningkatkan hubungan persaudaraan dalam bidang kepanduan dua negara.

Materi kenegaraan dan bahasa, serta budaya Indonesia menjadi sangat substansial dalam mendidik generasi muda Indonesia di luar negeri, karena semua itu sangat mungkin tergerus oleh pengaruh budaya dan nilai-nilai yang diperoleh dari negara tempat mereka berdomisili.

Proses internalisasi nilai hidup yang dikemas dalam bentuk "living curriculum" akan dipelajari secara langsung oleh peserta didik selama berada di bumi perkemahan, seperti merapihkan sandal, merapihkan tali sepatu, membersihkan kemah, memungut sampah serta bisa memisahkan setiap jenis sampah, kemahiran memasak, saling berbagi makanan, serta kerjasama dalam segala hal, dan sebagainya. 

Memang terkesan sederhana hal-hal yang ditanamkan saat anak-anak remaja mengikuti perkemahan, namun dampak positifnya sangat besar bagi kehidupan anak itu sendiri. 

Salah satu alasan, karena prosesnya secara mandiri, jauh dari orang tua, maka  apa yang sulit ditanamkan di rumah, akan dengan mudah dibiasakan di bumi perkemahan.  Diharapkan ketika kembali dari bumi perkemahan ke rumah masing-masing, orang tua mereka dapat melihat perubahan sikap yang lebih baik pada diri anak.

Untuk tujuan jangka pendek, tentu hal tersebut diharapkan bisa mereka implementasikan dalam hidup sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Sementara untuk tujuan jangka panjang, pasti akan sangat bermanfaat bila suatu hari ini nanti, mereka sudah terjun  ke lingkungan masyarakat. 

Kehidupan sebenar dalam masyarakat bukan hal yang gampang untuk dijalani begitu saja oleh seseorang. Oleh karena itu, perlu penanaman nilai dan pembiasaan yang berkesinambungan sedari kecil.[]

Sekadar berbagi dan semoga bermanfaat.

KL: 29052022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun