Mohon tunggu...
T.H. Salengke
T.H. Salengke Mohon Tunggu... Tukang Ketik

Ora et Labora

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Seandainya Corona Mewabah Jelang Pemilu

20 Maret 2020   16:57 Diperbarui: 20 Maret 2020   17:07 226 9 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seandainya Corona Mewabah Jelang Pemilu
(Dok. Kompas)

Seandainya Corona datang menyerang jelang perhelatan Pemilu, dapat kita bayangkah hebohnya partai politik mengambil kesempatan meraih simpati rakyat. Parta politik dan kandidat calon kepala daerah dan legislatif pasti akan berada di garda terdepan, lengkap dengan bendera partai seperti yang sering kita saksikan saat terjadi bencana gempa bumi dan banjir bandang jelang Pemilu.

Di saat pandemi ini  mewabah di Indonesia, kebanyakan partai politik dan anggota legislatif tidak begitu santer berbuat. Ingin kita dengar berita kepala daerah atau seorang anggota legislatif tidak mengambil gajinya sepeser pun demi membantu keluarga penderita Covid-19 atau menyumbang pribadi kepada rumah sakit untuk meringatkan beban pemerintah dan rakyat memerangi virus ini.

Sebenarnya pada tahun 2020 ini akan banyak diselenggarakan Pilkada, baik tingkat provinsi, dan kabupaten kota, tetapi berita partai politik rata-rata lebih cenderung mengurus partai dan mengatur strategi agenda partai untuk menghadapi Pilkada. 

Inilah waktu untuk menguji solidaritas, perhatian, dan kesetiaan partai terhadap rakyat yang telah mereka dulang suara mereka pada Pemilu 2019 yang lalu. Bagi kandidat Pilkada tahun ini, suara mereka yang kini kesulitan menghadapi pandemi ini akan dipinang untuk merealisasikan hasrat pribadi dan partai menuju kursi kekuasaan.

Sebenarnya bukan tidak ada politikus di tingkat nasional dan daerah yang telah berbuat atas nama pribadi, namun sangat minim sekali, sarusnya semua poliltikus berlomba-lomba tampil ke depan demi urusan kemanusiaan ini, minimal di wilayah konstituennya.

Di daerah ada dokter dan juga perawat yang siang malam mempertaruhkan nyawa mereka demi membantu di garda depan dalam suasana genting ini. Mereka butuh dukungan finansial karena sangat tak cukup dengan pujian dan tepuk tangan saja. 

Jangan sampai rakyat semakin berprasangka buruk karena para caleg telah menebar fulus membeli suara, maka sekarang bukan lagi waktunya menyumbang, tetapi ini waktunya buat mengembalikan modal yang telah dikeluarkan saat kampanye Pemilu.

Mari kita berbuat, membangun empati sesuai kemampuan masing-masing. Sekarang masalah bersama lebih penting dari urusan pribadi dan golongan.[]

Sekadar harapan.

KL: 20032020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x