T.H. Salengke
T.H. Salengke Akademisi

Penulis lepas yang masih belajar merajut kata menjadi kalimat.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Malaysia Tanpa Kaos "#2018 Ganti Perdana Menteri"

17 April 2018   09:29 Diperbarui: 17 April 2018   11:24 648 9 4
Malaysia Tanpa Kaos "#2018 Ganti Perdana Menteri"
(Dok. Kedahline.info)

Nada kampanye politik di Malaysia tak kalah pedas dengan apa yang terjadi di Indonesia. Berbagai isu penting dilontarkan, menjurus ke Black Campaign, dilakukan oleh tokoh politik, baik dari kubu petahana dan juga kubu oposisi. Namun gerakan menggulingkan PM Najib Razak yang gencar diembuskan oleh rival politiknya dalam koalisi "Pakatan harapan" berlangsung dalam konteks yang normal.

Ada demontrasi, ada perkumpulan dan orasi politik, ada ada juga pemberitaan miring dileparkan melalui berbagai media untuk menjelek-jelekkan pemerintah berkuasa terutama melalui media sosial sebagai sarana paling ampuh untuk melemparkan isu sensitif agar opini masyarakat tergiring seperti yang diinginkan.

Kubu oposisi yang kini dikomandani oleh mantan PM Mahathir Mohammad dan politisi senior Malaysia gencar dengan agenda menggulingkan pemerintah berkuasa pimpinan PM Najib Razak yang tergabung dalam koalisi "Barisan Nasional." 

***

Ada yang berbeda dengan simpatisan partai di Malaysia dan Indonesia. Selama ini, kampanye di Malaysia cenderung mengandalkan panji. Berbagai jenis bendera dan poster bergambar partai atau calon legislatif dipasang di sepanjang jalan dan tempat-tempat strategis. Hal ini sama dengan di tanah air.

Namun satu hal yang menariknya, selama saya berada di Malaysia, tidak pernah menemukan satu pun rakyat Malaysia yang mengenakan kaos bergambar calon legislatif yang diusung. Bahkan kaos bergambar Perdana Menteri pun tidak pernah terlihat dipakai walaupun oleh para pendukung partai UMNO (Organisasi Nasional Malaysia Bersatu).

Banyak hal yang dilakukan oleh rakyat Malaysia, terinspirasi dari apa yang terjadi di Indonesia. Masifnya gerakan massa menggantikan Presiden lewat kaos bertulis #2019 Ganti Presiden di Indonesia, belum menular ke Malaysia yang walaupun tidak sampai sebulan lagi rakyat Malaysia akan melaksanakan Pemilu ke-14 yaitu pada  tanggal 9 Mei 2018.(*)

Sekadar berbagi dari Negeri Jiran.

KL: 17042018