Humaniora

Ada apa dengan Majelis?

26 September 2017   13:42 Diperbarui: 27 September 2017   07:35 191 5 0

Dalam kehidupan sehari-hari pasti kita tidak jauh dari namanya majelis perkumpulan, majelis perkumpulan identik dengan pengajian Al-qur'an dan hadist, akan tetapi majelis perkumpulan sebenarnya tidak harus sebuah acara pengajian, melainkan majelis perkumpulan dapat berupa perkumpulan siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi dalam rangka mencari ilmu, perkumpulan organisasi dalam rangka untuk mengembangkan visi misi organisasi tersebut, perkumpulan masyarakat untuk membahas keperluan di daerah tersebut, intinya dimana ada perkumpulan dan di situ membahas kebaikan, sesuatu yang bermanfaat. 

Lalu bagaimana dengan ketika kita berkumpul dengan teman dan berbincang-bincang? Apakah itu termasuk majelis perkumpulan? , jika di dalam perbincangan mengandung hal yang baik atau bermanfaat maka bisa di katakan sebagai majelis , jika didalam perbincangan mengandung unsur ghibah maka itu tidak dikatakan majelis.

Majelis perkumpulan yang didalam nya membahas kebaikan dan manfaat inilah yang akan mendapat kan berkah, dengan syarat sebelum memulai majelis perkumpulan hendaknya kita memulai dengan membaca basmalah, al-fatihah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Seperti yang di jelaskan pada hadist dalam kitab riyadhus sholihin :


"Laa yaq'udu qaumu yadzkuruuna Alloh 'azza wa jalla illaa khaffathum al malaaikah wa ghosyiyathum ar rohmah wa nazalat 'alaihim as sakiinah wa dzakarahumullohu fii man 'indah".


Artinya : " Tidaklah sekumpulan orang yang duduk , mereka mengingat/menyebut Alloh Subhanallahu Ta'ala, kecuali malaikat akan menjaganya dan menurunkan rahmat (kasih sayang) dan akan turun rasa ketenangan dan akan menyebutkan Alloh kepada hamba-hamba terdekatnya (malaikat)".

Dalam hadist tersebut di jelaskan bahwa dalam majelis yang mereka membahas tentang kebaikan, manfaat, ilmu, atau mengkaji Al-qur'an, hadist, maka para malaikat akan ikut mengelilingi dalam majelis perkumpulan tersebut dan para malaikat mendoakan kebaikan untuk orang-orang yang ada dalam majelis tersebut dan Alloh SWT akan menurunkan rahmat-Nya, rahmat itu dapat berupa kemanfaatan dan keberkahan ilmu, ketenangan dalam hidup, dan Alloh SWT akan menyanjung nama-nama orang yang ada didalam majelis, dan masih banyak keberkahan yang di dapat dalam majelis.

Ketika hendak perpisahan dalam majelis hendaknya kita juga menutup majelis dengan do'a agar kesalahan-kesalahan yang kita lakukan di dalam majelis akan di ampuni oleh Alloh SWT, dan keberkahan dalam majelis akan turun secara sempurna. Lalu do'a seperti apakah yang hendaknya kita baca?

Dalam hadist di sebutkan do'a yang dibaca ketika hendak perpisahan dari majelis ialah :
"Subhanaka Allahumma wa bi khamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik".
artinya : " Maha suci Engkau ya Alloh, dan dengan segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi tiada Tuhan sesembahan selain Engkau ya Alloh, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu".

Keutamaan dari do'a diatas adalah sebagai penggugur dosa yang kita lakukan dalam majelis, karena dalam hadist lain disebutkan bahwa :" ketika hendak perpisahan dalam majelis perkumpulan, dan tanpa menyebut/berdoa kepada Alloh, maka majelis itu ketika telah berakhir seperti bangkai keledai, dan akan sia-sia pada hari kiamat". 

Doa diatas dapat disebut do'a kafaratul majelis (penebusan majelis) do'a ini bisa dibaca dalam perkumpulan apapun, maka marilah kita mengakhiri perkumpulan yang kita lakukan dengan membaca do'a kafaratul majelis agar kita dapat menggugurkan dosa kita, dan perkumpulan itu tidak akan sia-sia. Wallahu A'lam Bishawab.